Bilik Kata

Berbagi lewat bahasa, sastra, dan budaya


1 Komentar

Produktif di Masa Covid

Masa pandemik covid-19 yang sudah berlangsung beberapa bulan ini menyebabkan aktivitas di dunia pendidikan berubah total. Demikian juga di sekolah saya yaitu SMP Negeri 1 Yogyakarta. Sekolah kami yang semula penuh aktivitas siswa maupun karyawan dan guru sejak pagi sampai sore, kini setelah BDR nyaris sepi karena ratusan siswa kami melaksanakan belajar dari rumah. Guru-guru yang semula sibuk mengajar dan berinteraksi dengan anak-anak secara langsung, kini melakukan pembelajaran jarak jauh dengan berbagai media online. Karyawan yang semula sibuk melayani tamu-tamu yang datang ke sekolah, sekarang hanya sibuk mengerjakan administrasi tanpa tatap muka. Hanya karyawan bagian kebersihan dan keamanan yang tidak pernah surut kerjanya. Karyawan bagian kebersihan tetap membersihkan sekolah, baik ruang kelas, lantai selasar, maupun halaman sehingga sekolah tetap bersih dan sehat lingkungannya. Bahkan karena lantai dipel setiap hari dan tidak ada yang mengotori dengan bekas sepatu, maka lantai menjadi mengkilap, licin, seperti bisa untuk becermin. Bagian keamanan juga selalu mengamankan sekolah baik siang maupun malam.

Tentu kegiatan BDR tidak sama dengan pembelajaran tatap muka langsung di sekolah. Ada banyak keterbatasannya, mulai dari kesiapan siswa dan orang tuanya, sarananya, medianya, bahkan kemampuan gurunya. Karena berbagai keterbatasan itu, maka pembelajaran jarak jauh yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Yogyakarta dikelola secara khusus, di antaranya pembuatan jadwal yang khusus untuk BDR, materi dan tugas BDR dibuat sederhana sehingga tidak memberatkan siswa, ada jurnal yang dibuat tiap guru, ada pemantauan yang dilakukan Kepala Sekolah, dan tentu ada kerja sama dengan orang tua maupun Dinas Pendidikan.

Teknis bekerja para guru dan karyawan selama pandemik covid-19 juga berbeda dari hari-hari biasanya. Baik guru maupun karyawan tidak masuk setiap hari melainkan masuk secara bergantian dengan sistem piket. Kadang WFO (Work from Office) kadang WFH (Work from Home). Hanya Kepala Sekolah saja yang harus hadir setiap hari di sekolah. Dengan sistem kerja tersebut sekilas tampak banyak waktu luang, padahal kalau kita sungguh-sungguh mau memanfaatkan waktu dengan baik, kita justru akan lebih produktif.

Dari pantauan kerja guru di SMP Negeri 1 Yogyakarta, dapat dilihat bahwa warga SMP Negeri 1 Yogyakarta tetap produktif selama pandemik covid-19. Produktivitas itu tampak pada hal-hal berikut:

  1. aktif melaksanakan pembelajaran jarak jauh dengan berbagai media
  2. aktif memberikan feed back dan mengoreksi jawaban atau tugas-tugas yang dikirimkan siswa
  3. guru aktif belajar menggunakan berbagai media pembelajaran online
  4. membuat media pembelajaran sendiri yang diunggah di youtube
  5. menulis best practice selama covid dan mengikutsertakan dalam lomba
  6. membuat video-video untuk menyapa siswa
  7. mengikuti berbagai webinar atau pelatihan online

Beberapa karya video pembelajaran SMP Negeri 1 Yogyakarta dapat dilihat pada link berikut:

  1. https://www.youtube.com/watch?v=uOj42syZS6A (IPA)
  2. https://www.youtube.com/watch?v=N8zNqmmDzio&t=85s (IPA)
  3. https://www.youtube.com/watch?v=8FVfvV5-T5g&t=84s (IPA)
  4. https://www.youtube.com/watch?v=H0rEfCdUqqE&t=4s (IPA)
  5. https://www.youtube.com/watch?v=TYrU3pD8WoY&t=2s (Matematika)
  6. https://www.youtube.com/watch?v=BAj4aVnX0Uo&t=27s (Matematika)
  7. https://www.youtube.com/watch?v=2cU_GnBSl3U (Matematika)
  8. https://www.youtube.com/watch?v=nV7RJ3Yahng&t=35s (Matematika)
  9. https://www.youtube.com/watch?v=fSf98Ipiowk&t=16s (Matematika)
  10. https://www.youtube.com/watch?v=uembSGsAda8 (Matematika)
  11. https://www.youtube.com/watch?v=LB__I4cUFio (Matematika)
  12. https://youtu.be/VoYzVuJ1e78 (TIK)
  13. https://youtu.be/DmeadyQJKo8 (TIK)
  14. https://drive.google.com/drive/folders/1H_-AwnN9XfBjguBDoy6VXEmbqLD2mdHz?usp=sharing (Bahasa Indonesia)
  15. https://youtu.be/NMstrxiwOfs (Bahasa Inggris)
  16. https://youtu.be/YI-t_2f8SRg (IPA)
  17. https://youtu.be/DauKbNhhOpA (IPA)

Selain video pembelajaran juga ada video-video lain karya warga SMP Negeri 1 Yogyakarta dengan link berikut:

  1. https://www.youtube.com/watch?v=VxSZ_gxO7K0&t=7s (Kepala Sekolah menyapa)
  2. https://www.youtube.com/watch?v=5GUjtblIVns&t=10s (info PPDB)
  3. https://www.youtube.com/watch?v=vhQvYpo4qpc&t=56s (info PPDB)
  4. https://www.youtube.com/watch?v=VY3D_4Qd0zI&t=709s (info PPDB)
  5. https://www.youtube.com/watch?v=FsPnPi03sFg (Ucapan Selamat Idul Fitri)
  6. https://www.youtube.com/watch?v=aeTWnCZv1wU (Selamat Hari Pendidikan Nasional)
  7. https://www.youtube.com/watch?v=TDrFfPxH3hI (video siswa menyanyi)
  8. https://www.youtube.com/watch?v=lklSNVaAwYc (edukasi covid)
  9. https://www.youtube.com/watch?v=He5N6d2ZtNQ&t=112s (edukasi covid)
  10. https://www.youtube.com/watch?v=mf9llznqt1U (edukasi covid)

Selain karya-karya di atas, tentunya masih banyak karya yang lain. Para siswa juga tak kalah produktifnya selama covid ini. Mereka belajar, menjawab soal, mengerjakan tugas dengan bimbingan bapak dan ibu guru. Produktivitas warga SMP Negeri 1 Yogyakarta ini bisa terjadi dalam suasana yang menyenangkan, saling mendukung dan menyemangati, dan tentunya dengan kolaborasi yang baik antara kepala sekolah, guru, karyawan, siswa, orang tua, dengan dukungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta.

Bukan saatnya kita hanya menyesali covid-19 yang tak kunjung reda, bukan saatnya kita mengeluh dan menyalahkan situasi. Saatnya kita gunakan waktu yang masih kita miliki untuk berkarya demi kemajuan pendidikan di kota kita, di provinsi kita, di tanah air kita. Mari berkarya! (Y. Niken Sasanti, Kepala SMPN 1 Yogyakarta)


Tinggalkan komentar

Menolak Sedih dan Kecewa di Masa Pandemik Covid-19

Covid-19 banyak memakan korban. Jelas semua orang tahu tentang hal itu. Korban jiwa jelas banyak. Belum lagi korban materi. Banyak bisnis dirugikan, banyak kegiatan tidak terlaksana, anak sekolah harus BDR, banyak perhelatan harus ditunda, bahkan ibadah di rumah-rumah ibadah pun tidak bisa dilaksanakan. Betapa besar kerugian di seluruh dunia akibat covid-19. Semua itu menimbulkan kesedihan, kekecewaan, kejengkelan, kemarahan, dan juga kebingungan. Namun pandemik covid-19 tak jua kunjung usai. Aku pun secara tidak langsung ikut terdampak covid-19 ini. Ada beberapa acara kantor dan acara keluarga yang tidak bisa dilaksanakan atau harus ditunda pelaksanaannya. Bila menuruti kata hati, jelas aku sedih dan kecewa, namun sejak awal aku berusaha menolak rasa sedih dan kecewa itu. Caranya adalah dengan menyibukkan diri melakukan hal-hal yang positif. Hal-hal positif itu antara lain 1) menulis, 2) membaca, 3) memasak, 4) membuat kudapan, 5) menyanyi, 6) koor virtual bersama teman-teman, 7) membuat video kedinasan, 8) menonton film, 9) membaca kitab suci, dan 10) mengisi TTS. Selain hal-hal tersebut, ada hal lain yang terus-menerus kulakukan, yaitu mengedukasi diri sendiri dan orang lain terkait covid-19. Sebagai seorang pimpinan di sebuah lembaga pendidikan, aku memastikan bahwa tempatku bekerja aman, guru karyawan siswa maupun ortunya sehat semua, protokoler covid-19 tetap dipatuhi, dan suasana tetap kondusif. Hanya kabar-kabar baik yang dibicarakan dan hal-hal baik yang disebarkan. Semua itu ternyata bisa menolak sedih dan kecewa. (Y. Niken Sasanti)