Bilik Kata

Berbagi lewat bahasa, sastra, dan budaya

Artikel

Bunga Liar

Tumbuhnya di sembarang tempat. Kadang tumbuh di jalanan, kadang di sela bebatuan, kadang di kebun, kadang di lereng gunung, pendeknya di mana pun dia bisa tumbuh. Tak ada tangan-tangan manusia yang memelihara, namun dia hidup, bersemi, dan mekar pada saatnya. Dinantinya tetes hujan yang akan menyirami tubuhnya dan memberi kesegaran pada kelopaknya. Tetes hujan itu juga akan meresap ke tanah dan dihisap oleh akar-akarnya. Dari situ kita bisa belajar banyak hal. Bunga-bunga itu selalu bersabar dan dia tidak pernah khawatir akan hidupnya. Mereka yakin bahwa alamlah yang menyediakan kebutuhan mereka. Bunga-bunga itu pun mekar dengan indahnya dan memberikan dirinya kepada alam sekelilingnya.

Itulah bunga liar. Meskipun tumbuh liar, keindahannya tak kalah dengan bunga-bunga yang dipelihara dengan sungguh-sungguh oleh pemiliknya.

Photo2226

Photo2227

Photo2220

DSC00833

DSC00832

DSC00830

 

Melenggang ke Semarang

Awal tahun yang lalu tepatnya Sabtu, 3 Januari 2015, kami keluarga Spetenta melenggang sehari ke Semarang, sekadar berjalan-jalan saja ke tempat-tempat wisata yang tidak terlalu jauh dari Yogyakarta. Tempat yang menjadi tujuan kami adalah Masjid Agung Semarang, Kelenteng Sam Po Kong, dan Lawang Sewu. Pulangnya kami mampir ke peternakan sapi dan pabrik susu Cimory di Ungaran.

Tak banyak kata, biarlah gambar yang bercerita.

IMG_3948IMG_3982

IMG_3966IMG_4000

IMG_4039IMG_4051

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s