Bilik Kata

Berbagi lewat bahasa, sastra, dan budaya


Tinggalkan komentar

Rezeki di Masa Pandemi: Pagar Tembok di Halaman Sekolah

Masih terngiang-ngiang kata-kata salah satu kepala sekolah di Kota Yogyakarta saat beliau mampir di sekolah saya. Bu Kepala itu berkomentar, “Bu Niken, halaman depan SMP 1 itu masih terlihat kurang bersih dan kurang rapi.” Komentar itu tentu saja membuat saya tersipu-sipu meskipun saat itu saya baru seminggu dirotasi ke SMPN 1 Yogyakarta. Beliau berkomentar seperti itu karena kami berteman dekat dan hal itu bagi saya justru sebuah tantangan untuk membuat bagian depan sekolah terlihat indah, rapi, bersih, dan asri. Mampukah saya mewujudkannya? Hal yang saya kira mudah ternyata tidak mudah. SMPN 1 Yogyakarta sangatlah luas areanya dan terdiri dari banyak bangunan, baik bangunan yang termasuk cagar budaya maupun yang tidak. Saat saya melakukan observasi pada awal saya dirotasi ke situ, saya mendapati begitu banyak yang harus dibenahi. Tentu hal itu tidak semudah membalik telapak tangan. Saya juga bukan Bandung Bondowoso dalam cerita legenda yang bisa membangun candi dalam sekejap. Selangkah demi selangkah saya ajak teman-teman membenahi beberapa sarana sekolah. Waktu itu yang saya lakukan pertama adalah re-instalasi listrik karena saya anggap sangat mendesak. Kini, setelah beberapa tahun ternyata kerja nggak selesai-selesai. Ada saja yang perlu diperbaiki, dibenahi, atau dilengkapi. Maklum, area sekolah kurang lebih 18.000 meter persegi dengan sebagian besar bangunan yang sudah sangat tua (sebagian dibangun pada zaman Belanda). Hehe lucunya, bangunan-bangunan tua itu kerangkanya masih lebih kuat dibandingkan bangunan-bangunan yang muncul belakangan terutama kayu-kayunya. Keinginan untuk mempercantik bagian depan sekolah belum bisa diwujudkan karena ada banyak bagian lain yang harus didahulukan, misalnya ada blandar (tiang penyangga atap) kelas yang dimakan rayap, membuat jaring-jaring di lapangan bola agar bola tidak lari ke rumah penduduk, dan berbagai hal mendesak lainnya (hehe ternyata banyak yang mendesak). Pada masa pandemi ini obsesiku untuk mempercantik bagian depan sekolah mulai terwujud. Dimulai dengan mempercantik pagar pembatas halaman di kanan dan kiri. Pagar tembok itu sudah pernah dicat ulang namun baru satu dua tahun kembali kotor dan berlumut. Penginnya sih ditempeli batu alam, namun biaya sangat banyak karena tembok cukup panjang. Solusinya adalah menempelkan keramik motif batu alam yang harganya lebih terjangkau. Sampai tulisan ini saya unggah, pengerjaannya belum selesai, namun sebagian sudah bisa dilihat. Cukup rapi dan indah (hehe menurut saya lho, mungkin ini subjektif banget). Sementara temboknya dulu ya, tamannya akan menyusul kemudian. Mungkin ada yang bertanya, pagar BRC itu untuk apa? Hehe itu warisan yang belum boleh dibongkar, tunggu saatnya tiba. Ini adalah rezeki dan berkah dari Tuhan Yang Mahabaik. Meski di tengah pandemi, kami masih bisa menyisihkan dana untuk mempercantik sekolah. Rasanya tak sabar menunggu covid segera berlalu, pembelajaran daring berganti dengan tatap muka. Saya bayangkan para siswa datang dengan gembira. Mereka senang belajar di sekolah yang semakin tertata indah. Terima kasih Bu Wardinah, Pak Un dkk., dan bapak ibu yang selalu mendukung segala usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SMPN 1 Yogyakarta. (Y. Niken Sasanti)


Tinggalkan komentar

Rezeki di Masa Pandemi: Kantin Sekolah

Adaptif dan produktif di masa pandemi covid. Itulah praktik baik seluruh warga SMPN 1 Yogyakarta yang sejak awal pandemi selalu kami usahakan. Semangatnya adalah tetap berkarya dengan suka cita. Selain guru-guru berkarya dalam pembelajaran, kami tak lupa memperbaiki berbagai sarana sekolah yang memerlukan perbaikan dan perawatan, selain itu juga menambah sarana yang belum lengkap. Puji Tuhan dalam masa pandemi ini ada saja rezeki yang diberikan Tuhan untuk sekolah sehingga kami bisa mewujudkan harapan-harapan untuk menjadikan sekolah kami lebih baik. Salah satunya adalah sumbangan pembangunan kantin sekolah dari alumni SMPN 1 Yogyakarta, khususnya yang berkarya di wilayah Jakarta. Selama ini SMPN 1 Yogyakarta memang sudah memiliki dua blok kantin, yaitu kantin di sebelah utara (dekat bangsal olah raga) dan kantin di sebelah tengah (dekat lapangan). Namun kami rasa dua kantin tersebut kurang representatif untuk melayani hampir 800 orang siswa kami. Maka kami mengajukan proposal ke paguyuban alumni di Jakarta. Gayung pun bersambut. Alumni Jakarta yang diketuai Bapak Syaukat Banjaransari dan Sekretaris Bapak Katjep menyetujui proposal kami dan mereka mewujudkan harapan kami untuk membangun kantin di sisi selatan yang selama ini menjadi tempat yang hampir tidak terjamah (karena letaknya di sudut, di belakang kelas yang penuh barang bekas). Maka mulai 21 Desember 2020 pembangunan kantin pun dimulai. Semua yang melaksanakan alumni, kami pihak sekolah hanya menyaksikan saja dari hari ke hari progresnya. Nantinya kantin ini kami namai Kantin Satria Siaga (keren kan) dan kelak akan menggantikan kantin yang ada di dekat lapangan yang kurang ideal sebagai kantin karena area tersebut cukup panas dan sangat berdebu di musim kemarau. Hari ini kusempatkan menengok progres pembangunan kantin, Sudah ada ujud yang bisa dilihat dan membuat saya bahagia. Pekerjaan arsitekturnya sudah hampir tuntas, nantinya akan dilanjutkan pembuatan mural dan melengkapi furniture. Saat kantin selesai dibuat, mungkin pandemi belum berlalu dan kantin belum bisa dimanfaatkan. Barangkali masih cukup lama anak-anak menunggu untuk dapat singgah di kantin. Barangkali sampai kelas 9 sekarang lulus, kantin belum boleh dibuka. Meskipun demikian, keberadaan kantin baru ini tetaplah membuat kami bersuka cita. Terima kasih kepada alumni SMPN 1 khususnya yang berada di wilayah Jakarta. Terima kasih kepada seluruh alumni (PASTU) yang sudah mendukung dan mendoakan. Terima kasih Pak Suryadiman dan mbak Dyah Permata sebagai penasihat. Terima kasih kepada Mbak Stella dkk. dari ORCA Surakarta. Terima kasih kepada Bu Anggororini, Bu Wardinah, Mas Arif S, dan bapak ibu guru yang sudah ikut dalam banyak diskusi untuk terwujudnya kantin ini. Mohon doa restu semuanya agar kantin ini kelak bermanfaat sebagai tempat menghilangkan haus dan lapar sekaligus area belajar untuk warga sekolah (Y. Niken Sasanti)