Bilik Kata

Berbagi lewat bahasa, sastra, dan budaya


Tinggalkan komentar

Ketika Dua Keluarga hendak Menjadi Satu

Minggu, 1 September 2019 bertepatan dengan 1 Suro tahun 1441 Hijriah, terjadi pertemuan dua keluarga besar di rumah kami di Jalan Kaliurang. Para tetamu yang sudah kami nanti-nantikan kedatangannya kami sambut dengan hangat pada pukul 11 lewat sedikit. Perjalanan mereka dari Kota Magelang cukup lancar tanpa hambatan dan tiba di rumah kami tepat pada waktunya. Mereka membawa oleh-oleh gula teh, dan makanan-makanan yang dibuat dari ketan.

Perbincangan demi perbincangan berjalan dengan lancar dipimpin oleh salah satu kakak kami sebagai wakil keluarga dan diterima oleh wakil dari keluarga Magelang. Perbincangan diselingi dengan menikmati kudapan dan minum teh hangat. Makanan yang kami sajikan cukup beragam, ada lemper, wajik, tape ketan, pastel, puding, dan bolu. Suasana akrab, cair, dan rileks. Usai perbincangan tiba saatnya semua yang hadir menikmati makan siang yang sudah kami sediakan. Menunya cukup sederhana, menu tradisional yang dimasak oleh Mbak Sri tetangga kami. Menu tersebut terdiri dari nasi putih, sup, oseng-oseng daun pepaya dengan teri pedas, nila goreng, sate ayam, lalapan, sambal, dan kerupuk. Dilengkapi buah jeruk dan semangka. Semua menikmati makan siang dengan gembira.

Saatnya tetamu pulang, kami pun menyerahkan buah tangan untuk dibawa ke Magelang. Semoga Tuhan memberkati dua keluarga besar ini.


Tinggalkan komentar

Misa Syukur

Sabtu, 31 Agustus 2019 kami mengadakan misa syukur di rumah jalan kaliurang. Misa syukur itu merupakan ungkapan rasa syukur atas segala karunia dan kemurahan Tuhan kepada kami sekeluarga. Di dalam perjalanan hidup berkeluarga yang sudah cukup panjang ini ada suka dan duka, ada kesulitan, ada kemurahan, ada jalan lurus ada jalan terjal, Meskipun demikian kami dapat melampaui itu semua dengan baik. Semua itu berkat rahmat dan pertolongan Tuhan, dan menjadi bukti bahwa Tuhan mencintai kami semua. Sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak bersyukur dalam setiap langkah hidup kami terlebih kami masih diberi nafas kehidupan sampai kini. Namun toh ada rahmat-rahmat istimewa buah dari ketekunan, kerja keras, dan perjuangan kami, antara lain sukses dalam studi anak-anak, sukses dalam karya kami, anak-anak sudah bekerja, dan masih banyak hal yang tidak semuanya bisa dibeberkan. Kami yakin kesuksesan itu berkat rahmat Tuhan. Selain itu, kami juga mempertemukan warga dua lingkungan yang berbeda, yaitu lingkungan Dionisius Manukan, dan lingkungan St Timotius Klaseman. Kami juga mengundang beberapa rekan kerja dan saudara.

Misa syukur dipersembahkan oleh Romo JB. Prasetyantha, MSF, Romo Rektor Biara Nazareth. Sederhana saja misanya, umat bernyanyi bersama tanpa koor khusus. Kami juga tidak mempersiapkan teks misa khusus, namun saya intip justru Romo menyiapkan teks yang cukup lengkap dan bagus. Romo Pras yang memilihkan bacaan dengan lektor dan pembaca doa umat anak-anak kami. Suasana kekeluargaan yang kami inginkan dan itu tercapai karena rasanya kami semua yang hadir memiliki ikatan persaudaraan yang manis. Terima kasih Romo Pras, terima kasih Pak Antok dan Bu Maria sebagai ketua lingkungan, terima kasih Bu Septi yang menyiapkan paramenta, terima kasih Mas Dhmas selaku organis, terima kasih adik-adikku, dan semua yang sudah menyempatkan hadir mendukung doa keluarga kami.