Bilik Kata

Berbagi lewat bahasa, sastra, dan budaya


Tinggalkan komentar

Literasi Keluarga di SMPN 1 Yogyakarta

Pada tahun pelajaran 2019/2020 ini SMPN 1 Yogyakarta menggulirkan program baru, yaitu Literasi Keluarga. Literasi keluarga ini menggenapi berbagai macam program literasi yang selama ini sudah berjalan di SMPN 1 Yogyakarta. Yang mendasari program ini adalah bahwa keluargalah tempat anak-anak tumbuh dan berkembang sejak mereka lahir. Di dalam keluargalah anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya sehari-hari. Interaksi dengan anggota keluarga yang lain, khususnya orang tua, mewarnai kehidupan anak. Oleh sebab itu, perlu ditumbuhkan berbagai kegiatan positif di rumah, di dalam keluarga yang akan membantu menumbuhkan karakter unggul dalam diri anak.

Satu kegiatan yang dapat dilakukan bersama di dalam keluarga adalah literasi, misalnya dengan membaca bersama. Anak-anak membaca didampingi orang tuanya yang juga melakukan kegiatan membaca. Bacaan yang dianjurkan adalah buku-buku selain buku pelajaran. Majalah, koran, tabloit, buletin, juga boleh dibaca untuk selingan. Tujuannya adalah membudayakan literasi di dalam keluarga. Bila selama ini sekolah menggiatkan anak-anak untuk berliterasi, kali ini orang tua juga berperan serta menggiatkan literasi di rumah. Dengan demikian kegiatan di sekolah dan di rumah akan nyambung.

Manfaat literasi keluarga cukup banyak. Pertama, terbentuknya budaya literasi dalam keluarga. Kedua, menggugah keinginan anak untuk terus belajar. Ketiga, mengurangi ketergantungan keluarga terhadap HP. Keempat, menghangatkan hubungan anak dengan orang tuanya. Kelima, mencegah kenakalan remaja (mencegah anak-anak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan).

Literasi keluarga di SMPN 1 Yogyakarta ini basisnya adalah kelas. Wali kelas membentuk kelompok orang tua, tiap kelompok terdiri atas 5 sampai 7 orang tua. Satu orang tua menjadi koordinator kelompok. Kelompok-kelompok itu membuat kesepakatan tentang jam literasi, apakah mau tiap sore, atau hanya pada hari tertentu saja misalnya Sabtu sore pukul 16.00-17.00. Pada hari dan jam yang telah disepakati, mereka melakukan kegiatan literasi keluarga di rumah masing-masing. Koordinator kelompok mengingatkan anggotanya untuk melakukan literasi. Wali kelas memantau melalui koordinator kelompok. Kepala Sekolah memantau kegiatan ini melalui wali kelas.

Literasi keluarga yang dipantau oleh sekolah menjadi kegiatan awal untuk membudayakan literasi, Harapannya, dari keluarga-keluarga itu akan muncul anak-anak yang literat, yang kelak mampu membangun keluarga, masyarakat, dan bangsanya. Amin. (Y. Niken Sasanti)


Tinggalkan komentar

Bahana Paduan Suara SMPN 1 Yogyakarta dalam Rangkaian Peringatan Kemerdekaan RI ke-74

Pada tahun 2019 ini, kelompok paduan suara SMPN 1 Yogyakarta ikut menyemarakkan berbagai acara dalam rangkaian peringatan kemerdekaan RI ke-74. Diawali pada tanggal 15 Agustus 2019, kelompok padus SMPN 1 ikut ambil bagian dalam Orasi Kebangsaan dan Aubade 37 Kelompok Paduan Suara se-DIY di halaman Balairung Universitas Gadjah Mada. Pada kesempatan itu Menteri Kominfo, Rudiantara dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan orasi kebangsaan. Acara yang berlangsung pada sore hari itu menjadi hidup dengan aubade yang menyanyikan lagu-lagu nasional. Pada tanggal 17 Agustus, kelompok padus SMPN 1 Yogyakarta tampil di tiga tempat sekaligus. Pertama pada Peringatan Detik-detik Proklamasi di halaman Balai Kota Yogyakarta, kedua pada Peringatan Detik-detik Proklamasi di Gedung Agung, dan ketiga pada upacara peringatan kemerdekaan RI di sekolah. Anggota paduan suara 75 siswa dibagi dalam tiga tempat dan mereka melaksanakan tugas dengan amat baik. Terima kasih kepada anak-anak dan kepada bapak ibu guru yang melatih dan mendampingi anak-anak. Semoga paduan suara SMPN 1 Yogyakarta terus membahana. (Y.Niken Sasanti)


Tinggalkan komentar

Warna Warni 17-an di SMPN 1 Yogyakarta

Tanggal 17 Agustus selalu penuh makna bagi kita semua bangsa Indonesia. Pada tanggal 17 Agustus 2019 ini kami para guru dan karyawan SMPN 1 Yogyakarta beserta para siswa menggelar upacara di lapangan sekolah. Para guru ceria dengan seragam putih hitam berpeci untuk bapak-bapak, dan berkerudung atau bersyal merah untuk ibu-ibu. Anak-anak berseragam putih biru seperti biasa. Dengan kompak seluruh warga sekolah mengikuti upacara dari awal hingga akhir. Tak lupa kelompok paduan suara menyanyikan lagu perjuangan. Semua gembira merayakan Indonesia merdeka.


Tinggalkan komentar

Senja Temaram di Prambanan

Sudah sampai di Yogya tidak lengkap bila belum mengunjungi tempat-tempat wisata terutama wisata budaya yang cukup banyak di Yogya. Di sela-sela kesibukan KS Inti dan KS Mitra melaksanakan program kemitraan di SMPN 1 Yogyakarta, KS Inti mengajak KS Mitra untuk menengok keindahan Candi Prambanan pada sore hari. Matahari musim kemarau masih memancar terik sore itu menyelubungi candi seperti tirai cahaya. Sangat indah. Meskipun bukan hari libur, pengunjung candi tetap banyak. Mereka adalah turis domestik maupun turis mancanegara yang selalu mengagumi keindahan candi. Kami puaskan hati mengelilingi candi sambil berfoto.


Tinggalkan komentar

Supervisi Guru oleh KS Inti dan KS Mitra di SMPN 1 Yogyakarta

Rabu, 24 juli 2019 kami jadwalkan supervisi akademik dalam program kemitraan di sekolah inti SMP negeri 1 Yogyakarta. Tahap pertama supervisi akademik dilakukan oleh kepala sekolah inti didampingi oleh dua KS Mitra sebagai observer. Ada tiga hal yang disupervisi, yaitu supervisi perangkat pembelajaran, supervisi pelaksanaan pembelajaran, dan supervisi penilaian. Saat itu yang disupervisi adalah Ibu Istingah, S.Pd., guru Matematika kelas VII. Supervisi berjalan dengan lancar selama dua jam pembelajaran, setelah itu dilakukan dialog dengan guru yang disupervisi yang berisi refleksi tentang pembelajaran yang sudah berlangsung. Selanjutnya direncanakan tindak lanjut untuk memperbaiki pembelajaran yang akan datang.

Selanjutnya, KS Mitra mensupervisi guru didampingi oleh KS Inti. Masing-masing KS Mitra mensupervisi seorang guru. Saat itu Bapak Akida Lahi KS SMP 12 Seram Barat mensupervisi Ibu Emma Widyaningsih, M.Pd. pada pelajaran IPA di kelas IXG sedangkan Bapak Agus Masihin mensupervisi Ibu Aloysia Sri Sunaringsih, S.Pd. pada pelajaran Bahasa Indonesia di kelas VIIA. Supervisi kali ini juga berjalan dengan lancar selama dua jam pembelajaran, setelah itu dilakukan dialog dengan guru yang disupervisi yang berisi refleksi tentang pembelajaran yang sudah berlangsung. Selanjutnya direncanakan tindak lanjut untuk memperbaiki pembelajaran yang akan datang.

Baik Bapak Akida maupun Bapak Agus terkesan dengan para guru yang disupervisi. Ketika diminta memberikan masukan tentang kekurangan guru, Bapak Akida hampir-hampir tidak menemukan kekurangan Ibu Emma dalam melaksanakan pembelajaran. Para guru yang disupervisi memang sudah melaksanakan pembelajaran abad 21 yang mengintegrasikan 4Cs, HOTS, Literasi, maupun PPK. (Y.Niken Sasanti)