Bilik Kata

Berbagi lewat bahasa, sastra, dan budaya


Tinggalkan komentar

Danau Yun Long

Saat berada di Kota Xuzhou untuk mengikuti diklat Kepala Sekolah dan Pengawas, aku berkesempatan mengunjungi Danau Yun Long. Danau yang terletak di sebelah barat daya pusat Kota Xuzhou ini banyak dikunjungi wisatawan lokal, seperti saat itu, di awal musim semi. Tak heran karena danau tersebut menawarkan objek wisata yang elok. Air danau membentuk hamparan yang luas dikelilingi pemandangan nan indah, bunga-bunga yang sedang mekar, dan pepohonan dengan kuncup daun yang segar. Danau yang terbentang luas di sisi Gunung Yun Long itu terbelah oleh jalan, sehingga danau tersebut terbagi menjadi dua bagian yaitu danau di sisi barat dan timur. Kita bisa berjalan mengelilingi danau atau berwisata air. Badan sehat, pikiran pun kembali jernih. (YNS)


Tinggalkan komentar

Suatu Sore di Bandara Adi Sumarmo

Minggu pagi itu dengan gembira aku dan suamiku mengantarkan anak lelaki kami ke Stasiun Tugu Yogyakarta. Anak lelaki kami mau balik ke Jakarta setelah liburan Paskah. Setelah say goodbye di stasiun, kami berdua pulang. Sampai di rumah, telpon hp-ku berdering, kutengok ternyata dari anak lelakiku. Perasaanku sudah tidak enak, ada apa ini, pikirku dalam hati. Ternyata anakku memberi tahu bahwa dia tidak bisa naik ketera karena salah pesen tiket, salah bulannya. Dia agak panik karena sudah berusaha mencari tiket kereta, bus malam, travel, maupun pesawat saat itu sudah terjual semua. Kusuruh dia tenang, lalu kujemput dia di stasiun. Andai besokpagi tidak UN, kuantar pun nggak papa, namun besok UN dan sebagai kepala sekolah tentu aku harus berada di sekolah memantau segala sesuatunya. Aku sudah berpikir untuk mencari sopir yang bisa mengantarkan anakku ke Jakarta, tapi siapa ya? Anakku bilang bahwa masih ada tiket pesawat Garuda kelas bisnis namun berangkat dari Solo dengan harga tiket berlipat-lipat dari biasanya. Kusuruh dia membeli tiket itu, tak apalah mahal, daripada dia tidak bisa berangkat ke Jakarta hari itu. Dia sedang ikut diklat di sebuah perusahaan BUMN dan kalau tidak masuk bisa-bisa dia harus mengulag diklatnya dari awal, padahal dia sudah hampir sebulan menjalani diklat tersebut. Setelah membeli tiket tersebut secara online, tenanglah hati kami. Saat itu suamiku tidak ikut karena menjemput anak perempuan kami di tempat kerjanya setelah bertugas di UGD semalam.

Siang kira-kira pukul setengah dua kami berempat berangkat ke Solo menuju Bandara Adi Sumarmo. Kami singgah makan siang di sebuah warung soto dan ayam goreng kampung. Cukup nikmat kami makan karena perasaan sudah tenang. Kami lanjutkan perjalanan ke Solo dengan kecepatan lambat karena di setiap traffic light pasti antrean kendaraan panjang sekali. Maklum, hari itu arus balik setelah orang menikmati libur week end yang panjang. Untunglah kami berangkat siang meskipun pesawatnya terjadwal pukul 19.00 dari Solo. Kami memang mengantisipasi bila jalanan padat. Sampai di Solo pukul 16.30, masih ada waktu cukup untuk beristirahat di bandara. Baru kali itu aku ke Bandara Adi Sumarmo. Ternyata lebih lapang dan bagus daripada bandara Adi Sucipto Yogyakarta. Ternyata baru pada tahun 2009 bandara tersebut diresmikan oleh Presiden SBY. Kami duduk di ruang tunggu bandara sambil omong-omong. Pukul 17 lebih anakku cek in lalu masuk ke ruang tunggu penumpang. Kami lalu melanjutkan perjalanan kembali ke Yogyakarta. Semoga selamat di perjalanan dan sukses diklatnya ya nak. (YNS)


Tinggalkan komentar

Kepala LPMP Monitoring UNBK di SMP Negeri 1 Yogyakarta

Hari ketiga pelaksanaan UNBK di SMP Negeri 1 Yogyakarta dimonitor oleh Kepala LPMP DIY, Dr. Sarjilah. Ibu Sarjilah ditemui oleh Kepala Sekolah, Y. Niken Sasanti beserta Ketua Tim UNBK, Agus Margono dan Sekretaris, Muhammad Ukon di sekretariat UNBK SMP Negeri 1 Yogyakarta yang terletak di Ruang AVA. UNBK di SMP 1 diikuti oleh 289 siswa yang terdiri atas 269 siswa SKS pola 6 dan 20 siswa SKS pola 4. Ada lima laboratorium komputer yang digunakan untuk UNBK dan di setiap lab ada 5 komputer cadangan. Sampai dengan hari ketiga ini, pelaksanaan UNBK di SMP 1 berjalan dengan lancar tanpa kendala yang berarti. Pada hari kedua sempat terjadi listrik mati beberapa saat namun segera hidup kembali sehingga para siswa tetap dapat mengerjakan soal ujian dengan lancar. (YNS)


Tinggalkan komentar

Direktur Pembinaan Guru Dikdas Memonitor PPL PPG Daljab di SMP Negeri 1 Yogyakarta

Pada hari Rabu, 24 April 2019, Bapak Praptono, Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Dasar memonitor mahasiswa PPG Daljab UNY yang sedang melakukan PPL di SMP Negeri 1 Yogyakarta. Bapak Dirjen didampingi oleh Ibu Elvira dan Tim Penyelenggara PPG dari Universitas Negeri Yogyakarta. Pada kesempatan itu, Bapak Direktur mengucapkan terima kasih kepada Kepala SMP Negeri 1 Yogyakarta, Y. Niken Sasanti atas kerja sama dan kesediaan SMP Negeri 1 Yogyakarta menerima mahasiswa PPG. Harapannya, para mahasiswa tersebut dapat menyelesaikan PPL dengan baik, mengikuti Uji pengetahuan dan Uji Kinerja dengan baik dan lulus. Selain itu mahasiswa yang sudah menjadi guru tersebut dapat mengambil hal-hal baik di SMP Negeri 1 Yogyakarta untuk diterapkan di sekolahnya setelah mereka lulus nanti. Terima kasih Bapak Direktur. (YNS)


Tinggalkan komentar

Ultah Suami

Apa yang paling indah untuk merayakan ulang tahun suami tercinta? Kado berupa barang? Makan-makan? Berwisata? Bukan itu semua. Yang paling indah adalah kehadiran. Idealnya aku bisa hadir setiap hari dan setiap saat di sisinya, namun karena tuntutan pekerjaan dan berbagai hal maka aku tidak bisa selalu hadir. Bulan Agustus lalu, beliau kutinggal ke Jakarta selama 8 hari. Bulan November, beliau kutinggal ke Bandung selama seminggu. Bulan Desember lagi-lagi beliau kutinggal ke Bekasi. Bulan Februari aku ada acara ke Bandungan, lanjut Tawangmangu dua hari. Tanggal 27 Februari lagi-lagi aku harus ke Jakarta, lanjut tanggal 1 sd. 23 Maret ke China, kemudian tinggal di Jakarta lagi, akhirnya tanggal 25 Maret baru sampai di Yogyakarta. Tanggal 4 April saat beliau ulang tahun, kami malah sakit, aku flu berkepanjangan sedangkan beliau diare. Akhirnya kami bisa merayakan ulang tahun beliau pada hari Minggu, 7 April di sebuah rumah makan di Sleman. itu pun kurang lengkap karena kami hanya bertiga saja, anak laki-laki kami sedang berada di Jakarta. Yang lebih penting dari semuanya itu adalah untaian doa, semoga di usia 59 tahun ini suamiku semakin diberkati oleh Tuhan, sehat, berusia panjang, bahagia, dan sukses dalam karya. (YNS)


Tinggalkan komentar

Pembekalan OPSI Kota Yogyakarta

Tanggal 1 dan 2 April 2019 bertempat di SMP Negeri 5 Yogyakarta, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta menyelenggarakan Pembekalan untuk calon peserta Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memberikan bekal tentang bagaimana anak-anak meneliti dan menuangkan hasil penelitian ke dalam laporan serta mempersiapkan presentasi hasil penelitian. Kegiatan yang sudah berlangsung dari tahun ke tahun itu diikuti oleh para siswa dari SMP di Kota Yogyakarta, baik negeri maupun swasta. (YNS)


Tinggalkan komentar

Peringatan Hari Bumi 2019

Senin, 8 April 2019 seluruh warga SMP Negeri 1 Yogyakarta memperingati Hari Bumi dengan aksi memunguti sampah secara massal di lingkungan sekolah. Para siswa didampingi bapak ibu guru memunguti sampah dan membersihkan kelas. Tak ketinggalan, karyawan juga turut serta dalam aksi tersebut. Selain ruang kelas, ruang-ruang lain pun dibersihkan. Juga lapangan olahraga, halaman sekolah, trotoar di depan sekolah, masjid sekolah dan lingkungannya. Kegiatan itu dimaksudkan untuk mendidik warga sekolah mencintai bumi yang kita tempati. Bumi sudah memberikan segala sesuatu secara gratis untuk dinikmati manusia, baik tumbuhan yang menjadi makanan manusia, hasil tambang, air yang keluar dari bumi, bahkan lahan untuk hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Maka, kini saatnya manusia menyadari bahwa bumi harus dirawat dan dijaga agar terus bisa menjadi tempat hidup dan menghidupi manusia. Setelah aksi memunguti sampah selesai, beberapa guru menilai kebersihan dan keindahan kelas serta lingkungannya. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, warga sekolah makin sadar perlunya menjaga dan melestarikan bumi. (Y.Niken Sasanti)


Tinggalkan komentar

Beijing-Xuzhou by Bullet Train

Para kepala sekolah dan pengawas sekolah yang terpilih dalam seleksi merasa sangat beruntung mendapat kesempatan mengikuti “Training Program in China for Excellent Teachers and Principals of MOEC Republic of Indonesia” di Jiangsu Vocational Institute of Architectural Technology di Xuzhou Provinsi Jiansu, China.

Tanggal 3 Maret, pagi-pagi setelah sarapan di hotel tempat kami transit di Beijing, kami menuju stasiun kereta api Beijing. Tepat pukul 10.10 kami menuju Stasiun Xuzhou dengan menggunakan Bullet Train Second Class. Rata-rata kecepatan kereta saat itu adalah 302 km/jam. Senang sekali kami bisa naik kereta api cepat bertenaga listrik yang menggunakan teknologi yang tinggi, tepat waktu, pelayanan prima, dan tidak ada kompromi untuk hal-hal penting. Misalnya pintu kereta hanya terbuka selama 2 menit, tidak ada kompromi untuk menunggu penumpang yang naik atau turun.

Saat kami mengetahui bahwa pintu kereta hanya terbuka selama 2 menit untuk memberikan kesempatan penumpang naik dan turun, kami semua merasa khawatir karena kami serombongan cukup banyak jumlahnya, yaitu 64 orang dengan sejumlah bawaan kopor dan tas yang cukup banyak. Maka kami berkoordinasi, bekerja sama saat nanti turun kereta. Tiga puluh menit sebelum kereta sampai, kami semua mempersiapkan kopor, siap turun dalam waktu yang sempit. Tanpa kerja sama yang baik bisa jadi ada peserta yang tertinggal di dalam kereta. Kami bersyukur seluruh rombongan bisa turun dengan selamat dengan barang bawaan masing-masing. (Y.Niken Sasanti)

 


Tinggalkan komentar

Di Tembok Besar China, Aku Terpana

Sebelum menuju Jiansu untuk mengikuti pelathan tentang kepemimpinan dan pengelolaan sekolah di JSVIAT, kami tinggal sejenak di Beijing. Di Ibukota Republik Rakyat Tiongkok itu, kami menyempatkan diri untuk mengunjungi Tiananmen Square yang menyimpan banyak peristiwa bersejarah bagi China. Lapangan Tiananmen terletak di luar pintu selatan Istana Kuno Dinasti Ming dan Qing. Nama Tiananmen berasal dari nama pintu selatan yaitu Tianan Menwai. Setelah puas mengitari lapangan dan mengambil gambar di Tiananmen Square, kami melanjutkan perjalanan ke Tembok Besar China yang termasuk tujuh keajaiban dunia. Betapa bahagia dan penuh syukur, akhirnya kami bisa menjejakkan kaki di tembok raksasa yang merupakan bangunan terpanjang yang pernah dibuat oleh manusia. Sungguh, aku hanya bisa terpana melihat tembok besar yang sungguh-sungguh besar dan panjang. Kubayangkan betapa sulit membuatnya apalagi kondisi saat itu berbeda dengan berbagai kemudahan sekarang, terlebih bila melihat lokasi tembok besar ada di atas bukit-bukit yang cukup tinggi untuk didaki. Tembok yang melewati 13 Provinsi di China itu menjadi saksi bisu berbagai kejadian historis yang tercatat di buku sejarah maupun yang terlupakan hilang ditiup angin. Beberapa jam kami berada di tembok besar itu, kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Sarang Burung Square. Hari semakin sore, sore berganti malam, kami pun sudah lelah melangkah. Akhirnya kami tiba juga di penginapan untuk melepas penat. Untunglah penginapan itu cukup nyaman dan kasurnya cukup hangat untuk menampung cerita dan mimpi kami di Beijing. (Y.Niken Sasanti)


Tinggalkan komentar

Jakarta – Beijing

Tanggal 1 Maret 2019 rombongan peserta pelatihan kepala sekolah, pengawas, dan widyaiswara ke China bersama pembimbing akademik dan pendamping teknis berangkat menuju Beijing. Kami terbang dari Bandara Soekarno-Hatta dengan pesawat China Airlines pada pukul 22.00. Penerbangan malam itu lancar tanpa kendala apa pun. Aku bisa tidur dalam perjalanan yang memakan waktu 7 jam itu. Sampai di bandara Beijing pukul 7 waktu setempat. Kami disambut udara dingin 3 derajat celcius yang menyengat kulit kami. Baju rangkap plus jaket, topi, kaos tangan, kaos kaki, dan syal tebal tak cukup untuk menghangatkan tubuh kami yang lebih terbiasa dengan udara hangat di tanah air tercinta. Saat itu akhir musim dingin dan musim semi sudah mengintip malu-malu. Warna kelabu mendominasi suasana. Di mana-mana warna kelabu, baik langit, tanah, tetumbuhan, bahkan manusia-manusianya seakan berwarna kelabu. Tak mengapa, hatiku dipenuhi rasa suka cita dan harapan akan memperoleh banyak pengalaman di negeri para leluhur ini. Kusambut pagi di daratan Tiongkok dengan penuh rasa syukur. Terima kasih Tuhan, akhirnya aku bisa sampai di sini, di negerinya Sam Pek dan Eng Tay. (Y.Niken Sasanti)