Bilik Kata

Berbagi lewat bahasa, sastra, dan budaya


Tinggalkan komentar

Santap Malam di Warung Pak Lanjar

Rabu, 19 Desember 2018, senja hari, kami berdelapan orang meluncur bersama Honda Mobilio adikku, menuju ke Warung Pak Lanjar. Suasana yang nyaman membuat kami datang dan datang lagi ke warung itu. Kebetulan adikku Widya bersama ketiga anaknya dan ibuk ke rumahku dan belum pernah ke Warung Pak Lanjar. Cuaca sedang bagus, tak ada mendung di langit. Angin pun bertiup sepoi-sepoi menambah nyaman suasana.

Anak-anak Widya dan anakku segera memesan nasi goreng kesukaan mereka, ada juga yang memesan nasi goreng magelangan. Ibu dan suamiku memilih menu bihun kuah. Widya pengin nyoba nila bakar. Aku sendiri selalu kembali ke menu favoritku yang tak pernah membuatku bosan, yaitu bihun goreng. Minuman yang kami pesan pun bermacam-macam. Ada teh poci, teh jahe, jahe susu, coklat panas, es coklat, susu coklat, dan jeruk panas. Komplit deh. Setelah pesanan datang, kami bersantap dengan lahap. Kulihat ponakan-ponakanku yang cantik-cantik makan dengan lahap. Ibuku juga terlihat menikmati bihun rebusnya. Cuma aku yang sedikit kurang beruntung, bihun gorengku lebih asin daripada biasanya, duh, padahal aku ga suka terlalu asin, tapi kumakan juga sambil sedikit merasa bersalah karena asupan garam di tubuhku berarti lebih banyak daripada biasanya. Gapapalah, nanti ku minum air putih banyak-banyak untuk menetralisasi garam. (Y.Niken Sasanti)

 


Tinggalkan komentar

Anugerah Prestasi Gubernur DIY Tahun 2018

Tanggal 19 Desember pagi-pagi aku sudah bersiap menuju sekolah. Sebentar di sekolah, aku bergegas ke Amongrogo untuk mengikuti acara penyerahan penghargaan anugerah prestasi oleh Gubernur DIY. Acara dimulai pukul 11 siang, mundur dua jam dari jadwal sebelumnya yaitu pukul 09.00. Tak mengapalah, biar mundur namun kuberharap acara tetap terselenggara dengan baik. Aku senang karena berada di tengah-tengah siswa, guru, kepala sekolah, tendik, dan orang-orang yang berprestasi tingkat nasional. Luar biasa, pada tahun ini 439 orang menerima penghargaan dari gubernur. Tahun lalu nggak sampai 400an orang, jadi ada kenaikan yang cukup banyak. Tahun-tahun lalu aku hadir sebagai kepala sekolah yang mengantarkan siswa menjadi juara, tahun ini aku sendiri yang menjadi juara dan menerima penghargaan, rasanya tentu berbeda meskipun sama-sama bahagia.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwana X memberikan secara langsung penghargaan kepada para wakil yang sudah ditunjuk, yang sebagian adalah para juara dalam Asean Para Games dan anak-anak yang juara internasional. Setelah itu Ketua KONI DIY menyerahkan penghargaan kepada sekian ratus orang. Selanjutnya Walikota Yogyakarta menyerahkan penghargaan pada sekian ratus orang. Berikutnya Kepala Dinas Dikpora menyerahkan penghargaan sekian juara sampai habis.

Acara cukup meriah dengan berbagai pertunjukan, antara lain band, pantomim, tarian, dan angklung. Beberapa siswa ABK yang menyanyi membuat penonton terharu. Tak lupa kami berfoto ria dengan teman-teman untuk kenangan. Dengan prestasi sebagai juara 1 Kepala Sekolah Berprestasi tingkat nasional, berarti sudah tertutup untukku lomba-lomba sejenis di Indonesia minimal selama tiga tahun ke depan. Tak mengapalah, saatnya kini untuk bekerja, membuktikan bahwa aku pantas menyandang predikat juara dan membaktikan diri sepenuh hati untuk mendidik anak negeri seperti janjiku saat di Jakarta tempo hari. (Y.Niken Sasanti)

P_20181219_081235


Tinggalkan komentar

Benda Asing yang Bikin Pusing

Ada benda asing di tubuh anakku yang muncul dengan tiba-tiba. Kami berembug dan memutuskan benda asing tersebut harus segera diambil supaya tidak menjadi masalah di kemudian hari. Kami sekeluarga sedikit shock, terlebih aku sebagai ibunya merasa amat bersalah, jangan-jangan benda asing itu muncul sebagai akibat makanan yang dimakan oleh anakku. Tidak setiap hari aku bisa menyediakan makanan hasil masakanku, untuk praktisnya anak-anak saat sekolah sering jajan, bisa jadi makanan yang dibelinya kurang bagus untuk kesehatan bahkan mengandung zat-zat yang membahayakan kesehatan. Pikiran seperti itu menghantuiku sehingga aku merasa bersalah.

Operasi yang dilalui anakku ternyata operasi besar, melibatkan dua dokter bedah yaitu bedah digestif dan bedah urologi. Kami berharap dan memohon kepada Tuhan agar benda asing yang sudah diambil dokter benar-benar sudah bersih dari tubuh anakku dan tidak akan muncul lagi selamanya. Ada hikmahnya juga yakni, aku mengalami hari-hari dengan relasi yang lebih baik dengan keluargaku, terutama anakku. Biasanya aku berangkat kerja pagi hari dia belum bangun, dan saat ku berangkat tidur malam hari dia belum pulang sehingga kami jarang bersua. Sekarang selama berhari-hari di rumah sakit aku menunggui dia. Dari kejadian itu, kami juga bertekad akan mengonsumsi makanan yang lebih sehat, berpola hidup yang lebih baik, dan tentunya menjalin relasi dengan Tuhan secara lebih baik pula.

Ada suka dan ada duka dalam hidup ini. Ada sehat dan ada sakit. Ada tawa ada tangis. Yang pasti jangan lupa untuk selalu mendekatkan diri kepada Tuhan. Apa pun yang terjadi harus tetap bersyukur dan beriman. (Y.Niken Sasanti)


Tinggalkan komentar

Pelantikan DP Gaber Gugus Depan 03027 dan 03028 SMP Negeri 1 Yogyakarta

Seharusnya aku melantik DP Gaber masa bakti 2018/2019 pada tanggal 8 Desember, namun karena berbagai hal, pelantikan itu akhirnya terlaksana pada tanggal 15 Desember 2018 kurang lebih pukul 20.00 di GOR SMP Negeri 1 Yogyakarta. Hujan deras mengiringi acara pelantikan, sama persis dengan pelantikan-pelantikan sebelumnya yang memang bertepatan dengan musim penghujan. Ternyata waktu begitu cepat berlalu berjalan cepat seperti kita yang selalu bergegas melangkah takut ketinggalan kereta. Tahun-tahun berlalu dengan cepat, tak terasa ini adalah kali ketiga aku melantik DP Gaber. Bedanya dengan tahun lalu, kali ini aku harus berhati-hati bicara karena batukku belum sembuh. kalau tidak hati-hati dan aku terbatuk di depan mikrofon tentu nggak lucu sama sekali. Untunglah sampai dengan upacara berakhir, suaraku baik-baik saja. Semua berjalan dengan lancar, sukses, aman, dan terkendali. Aku bangga berada di sekolah yang memiliki keunggulan dalam bidang pramuka. Hal itu sangat membantu terbentuknya karakter unggul pada diri siswa. (Y.Niken Sasanti)

IMG-20181215-WA0005


Tinggalkan komentar

HUT PGRI dan Anugerah Prestasi 2018

Pagi itu aku melenggang dengan mobilku ke SD Surokarsan 2 untuk menjadi juri dalam lomba Gerakan Literasi sekolah yang diadakan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Sesampai di sana kami disambut guru, siswa, dan karyawan dengan sangat ramah di sela rinai gerimis. Acara diawali dengan seremonial yang didahului dengan pertunjukan ansambel musik dari siswa SD tersebut. Sembari menikmati sajian musik dan lagu-lagu yang cukup panjang, kubuka hp untuk melihat WA. Aku sering lupa membuka WA sehingga kadang tertinggal info penting. Ternyata ada beberapa misscall dan sangat banyak WA yang belum kubaca. Kubuka misscall ternyata dari Mbak Yunti dan beberapa teman yang memberitahu bahwa pagi itu juga aku harus segera meluncur ke Sleman untuk menerima penghargaan anugerah prestasi yang disampaikan pada HUT PGRI Tahun 2018 tingkat DIY diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. Betapa terkejutnya aku. Kuabaikan saja itu karena pikirku, aku sudah ada di situ untuk menjadi juri, tentu tidak bisa ke Sleman. Lalu kuutarakan semua itu kepada Bu Sri Wahyuni, pengawas yang bersama-sama menjadi juri pada saat itu. Ternyata Bu Sri mempunyai pendapat yang berbeda. Beliau justru menyarankan aku harus segera ke Sleman karena penerima penghargaan tidak bisa diwakilkan. Kupikir sebentar saran beliau lalu kuputuskan untuk berangkat ke Sleman, sedangkan tugas menjadi juri kuserahkan kepada Mbak Fany dan Mbak Farida yang bersedia membantuku. Aku segera meluncur ke Sleman sambil berharap aku tidak terlambat sampai di sana, minimal saat pemberian penghargaan aku sudah di lokasi. Lalu lintas tidak terlalu padat pada pagi itu sehingga perjalananku mulus sampai rumah Pendopo Bupati Sleman dengan waktu tempuh cukup singkat. Sampai di sana masih berlangsung sambutan-sambutan. Aku segera menemui panitia dan bergabung dengan penerima penghargaan lainnya. Syukurlah, puji Tuhan, aku datang tepat waktu meskipun saat itu aku tidak mengenakan seragam PGRI seperti para tamu lainnya. Hadir pada kesempatan itu para pengurus PGRI dari seluruh kota dan kabupaten di DIY, para kepala dinas, kepala Dikpora, dan pejabat lainnya. (Y.Niken Sasanti)