Bilik Kata

Berbagi lewat bahasa, sastra, dan budaya


Tinggalkan komentar

AMT SMPN 1 Yogyakarta

Pada bulan Januari yang basah, kami satu sekolah yang terdiri dari guru dan karyawan melaksanakan kegiatan AMT di Dolan Deso Boro Kulon Progo. Pagi itu cuaca kurang bersahabat. Hujan turun dengan deras sehingga hatiku dilingkupi tanda tanya, akankah kegiatan AMT di alam terbuka akan berjalan dengan baik. Ternyata saat aku tiba di sekolah teman-teman sudah berkumpul, bahkan sebagian sudah berangkat menuju TKP. Kuajak teman-teman berdoa semoga cuaca cerah. Kami beruntung dalam perjalanan hujan reda, bahkan makin ke barat mendekati lokasi cuaca cerah, tidak tampak tanda-tanda hujan. Syukur kepada Tuhan.

AMT berjalan dengan baik. Semua gembira, terjalin keakraban yang mengeratkan persaudaraan kami. Hampir semua guru dan karyawan datang mengikuti acara tersebut. AMT diisi pemberian motivasi, fun game, dan arung selokan. Setelah itu kami menikmati makan siang dengan menu khas desa, yaitu nasi pecel, peyek teri, tahu bacem, dan telur asin. Kami makan dengan lahap karena lapar dan senang bisa makan bersama. Setelah acara berakhir, sebagian teman termasuk saya menuju rumah Pak Kadis untuk berbela rasa atas wafatnya ibunda Pak Kadis. (Y. Niken Sasanti)


Tinggalkan komentar

Jagong Manten

Dulu biasanya kalau kita jagong manten, yang berfoto ria adalah manten, keluarga, kerabat, namun selalu bersama sang manten. Kini zaman berubah, setiap kali jagong manten kulihat para tamu pun asyik berfoto ria, terlebih bila dekorasi menarik pasti digunakan untuk foto. aku jarang foto karena biasanya aku jagong manten hanya sebentar, seperlunya saja, lagi pula suamiku tidak suka dengan selfi-selfi.

Kali ini saat jagong manten, aku bertemu dengan seorang teman, namanya Bu Rini Musmiati. Beliau mengajakku foto. Jadilah kami berpose di depan dekorasi meja makanan. Bukan masalah fotonya, namun pertemuan dengan Bu Rini terasa menyenangkan. Kami jarang bertemu, berteman pun karena ketidaksengajaan. Terima kasih Bu Rini atas ajakannya untuk selfi. (Y.Niken Sasanti)


Tinggalkan komentar

Padang Bulan, Pringsewu

Bersama ibu dan saudara-saudaraku, bulan Desember lalu kami ziarek ke Padang Bulan Pringsewu, Lampung. Tempatnya cukup luas,  sudah tertata dengan baik, bersih, dan udaranya sejuk. Eh, di tempat itu kami bertemu dengan kru TV Lampung, kami sempat diwawancarai seputar kunjungan dan kesan kami. Sedikit geli, karena di sekolah aku beberapa kali diwawancarai wartawan TV, tidak dinyana saat ziarek ke Lampung bertemu wartawan dan diwawancarai juga. Sayang kami tidak melihat tayangan wawancara tersebut. (Y. Niken Sasanti)


Tinggalkan komentar

Paseduluran Saklawase

Kami di Kota Yogyakarta memiliki Forum Komunikasi Kepala SMP, SMA, dan SMK (Forkom) yang selalu mengadakan pertemuan rutin dan berbagai kegiatan bersama. Namun, mulai awal 2017 SMA dan SMK dikelola oleh provinsi sehingga kami terpisah dalam hal pengelolaannya. Meskipun demikian, kami masih ingin bersama-sama dalam persaudaraan sehingga Forkom tidak dibubarkan. Sesekali kami melakukan out bond bersama. Sungguh menyenangkan bertemu, bercanda, dan berinteraksi dengan mereka semua. (Y. Niken Sasanti)


Tinggalkan komentar

Ciluk Ba

Kadang sesekali kita ingin mengenang kembali masa kecil yang telah hilang. Seperti bermain petak umpet. Aku bersama adikku, Luluk dan keponakanku, Ratna bermain petak umpet di halaman sebuah biara di Lampung. Hal-hal kecil yang bisa membuat kami gembira, tertawa, dan bahagia. (Y. Niken Sasanti)


Tinggalkan komentar

Pulau Tangkil

Menyeberang ke Pulau Tangkil Lampung bersama ibu dan sudara-saudara adalah sesuatu banget. Kegembiraan dicampur dengan rasa was was dan takut menjadi sensasi tersendiri ketika perahu yang kami tumpangi menerjang gelombang yang cukup tinggi. Wajah tersenyum namun bibir komat kamit mengucap doa agar semua selamat. Dan kini, setelah Pulau Tangkil kami tinggalkan, yang tersisa hanyalah kenangan manis yang tak mungkin terulang karena apa yang sudah berlalu memang tak mungkin kembali dan tak mungkin terulang lagi. Moga pada tahun-tahun mendatang kami masih bisa bersama- sama lagi, bersama ibu yang kami cintai. (Y. Niken Sasanti)


Tinggalkan komentar

Lampung Nan Elok

Desember lalu kami keluarga besar Nyonya Soenarno berkumpul di Bandar Lampung, di tempat anak kelima yaitu keluarga Dik Widya. Selama di Lampung, kami diajak mengunjungi beberapa objek wisata yang bagus-bagus. Kebersamaan selama beberapa hari yang menyenangkan. (Y. Niken Sasanti)


Tinggalkan komentar

Ceria di Wisma Wara Kaliurang

Pada hari Minggu yang cerah, kami warga Manukan bersama-sama merayakan Pesta Nama sekaligus Natalan di Wisma Wara Kaliurang. Cuaca cukup cerah hari itu. Pemandangan di luar bagus. Terlihat Gunung Merapi di kejauhan dinaungi langit yang bersih membiru. Aku bersama beberapa ibu tak lupa mengabadikan momen tersebut melalui foto-foto. (Y. Niken Sasanti)