Bilik Kata

Berbagi lewat bahasa, sastra, dan budaya


Tinggalkan komentar

Ketiban Sampur di Pentas Lustrum XV

Pada malam pentas seni alumni dalam rangka reuni akbar dan peringatan lustrum ke-15 SMP Negeri 1 Yogyakarta, ditampilkan beragam kesenian oleh alumni dan siswa siswi SMP Negeri 1 Yogyakarta. Salah satunya adalah tari tradisional oleh alumni. Tak kusangka di ujung tarian para penari mengalungkan sampur ke penonton untuk diajak menari bersama mereka. Aku termasuk salah satu yang ketiban sampur dari salah satu penari yaitu Bu Yudha guru SMP 8 yang kebetulan alumni SMP 1 Yogyakarta. Mau tidak mau aku menari bersama Bu yudha di depan banyak tamu. Sudah sangat lama aku tidak menari. Terakhir menari saat aku duduk di SMP, sudah puluhan tahun yang lalu. Ternyata gerakanku menjadi kaku karena lama tidak menari. Tetapi hal itu tidak jadi masalah. Yang penting aku menggerakkan kaki, tangan, dan tubuhku seirama gamelan yang mengiringi. (YNS)

ketiban sampur


Tinggalkan komentar

Karnaval dalam Rangka Lustrum XV SMP 1 Yogyakarta

Setiap ulang tahun sekolah, selalu diadakan karnaval. Para siswa maupun guru dengan macam-macam kostum berjalan mengitari sekolah dan sekitar sekolah. Kali ini, berbeda dengan karnaval sebelumnya karena bertepatan dengan Lustrum XV SMP Negeri 1 Yogyakarta. Selain guru dan siswa, peserta karnaval adalah alumni dan orang tua siswa. Kostum yang dikenakan sebagian besar peserta adalah kostum busana adat berbagai daerah di Indonesia. itu menunjukkan keragaman budaya tanah air. Selain itu, juga ada kostum wayang ramayana, kostum tari edan-edanan, dan sebagainya. Baik siswa, guru, maupun alumni dan orang tua tampak gembira dan antusias mengikuti karnaval dengan rute SMP1, jalan C. Simanjutak, Jalan Faridan M. Noto, jalan Supadi, Jalan Cik Ditiro, kurang lebih 3 km. (Y. Niken Sasanti)


Tinggalkan komentar

Ki Seno Nugroho dan Banjaran Bimo di SMP Negeri 1 Yogyakarta

Dalam rangka Lustrum ke-15 atau Ulang Tahun ke-75, Paguyuban Alumni SMP Negeri 1 Yogyakarta menggelar pentas wayang kulit semalam suntuk di SMP Negeri 1 Yogyakarta. Lakon yang dipilih adalah Banjaran Bimo, sedangkan dalangnya adalah Ki Seno Nugroho, seorang dalang yang sudah tidak asing lagi bagi penggemar wayang kulit di Yogyakarta dan sekitarnya. Pentas diawali dengan seremonial, yaitu sambutan Kepala SMP Negeri 1 Yogyakarta, Dra. Y. Niken Sasanti, M.Pd. Kepala Sekolah mengharapkan agar kehadiran lakon Banjaran Bimo di SMP Negeri 1 Yogyakarta dapat menghadirkan angin kebaikan, angin kebahagiaan, dan angin kemuliaan bagi sekolah dan menjauhkan sekolah dari berbagai angin jahat. Ini lantaran Bimo dikenal sebagai anak dari Dewa Bayu alias penguasa angin. Selain itu Kepala Sekolah juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua Pastu yaitu dokter Gun Samawi yang menyeponsori pagelaran wayang kulit ini, serta berbagai pihak yang ikut menyeponsori, menjadi donatur, maupun menyumbang dalam bentuk apa pun.

Pada pra pentas ini, alumni tak ketinggalan menyumbangkan beberapa tarian, antara lain Tari Gatotkoco Gandrung, Tari Edan-edanan, juga pertunjukan stand up comedy dari siswa SMP 1. Selanjutnya dilakukan penyerahan wayang Bimo oleh Pak Gun Samawi kepada Ki Seno Nugroho.

Pagelaran dimulai pukul 21.00, disaksikan oleh alumni, warga sekolah, tamu undangan, maupun masyarakat umum termasuk Senomania yang datang dari berbagai tempat. Di tengah-tengah pertunjukan, hujan turun, mula-mula gerimis lalu menjadi hujan agak deras, namun hanya sebentar saja. Semoga hujan yang turun pertanda turunnya rezeki di SMP Negeri 1 Yogyakarta. Selanjutnya pagelaran berjalan dengan lancar hingga pungkasan yaitu pada pukul 04.00 tanggal 10 September. (YNS)

wayangan lust


Tinggalkan komentar

Pastu Balik Kandang

Tanggal 9 September pukul 14.00 berdatangan alumni SMP Negeri 1 Yogyakarta yang tergabung dalam PASTU (Paguyuban Alumni SMP Negeri 1 Yogyakarta). Mereka mengadakan acara reuni akbar lintas angkatan. Tercatat hadir, angkatan 57 sampai dengan angkatan 2017, sekitar 800-an orang. Reuni yang cukup besar ini sangat meriah karena baru diadakan lagi setelah ulang tahun emas dua puluh lima tahun yang lalu. Di antara alumnus yang hadir terdapat nama-nama besar, antara lain Bapak Gun Samawi (Direktur Kedaulatan Rakyat yang juga ketua PASTU), Bapak Idham Samawi (anggota DPR, mantan Bupati Bantul), Bapak Wahyu Sartono (mantan Kapolda DIY), Bapak Umar Santosa (pengusaha), Bapak Suryanto (Ketua Yayasan Janabadra), Bapak Bambang Kuncoro (Direktur Pemasaran BPD Yogyakarta), dan masih banyak lagi yang lain. Semoga kehadiran alumni balik kandang ini membawa berkah bagi sekolah. Alumni makin memperhatikan sekolah dan menjadi berkah bagi sesama. (Y. Niken Sasanti)