Bilik Kata

Berbagi lewat bahasa, sastra, dan budaya


Tinggalkan komentar

Pertemuan Tak Terduga

Makan bisa menjadi sarana untuk berkumpul, mengeratkan persahabatan atau persaudaraan, atau sekadar wisata kuliner. Suatu hari, aku bersama teman-teman SMP Negeri 1 Yogyakarta mengadakan arisan di warung Wedangan Kampung. Eh, tak dinyana di situ aku bertemu dengan temanku dari SMP Negeri 10 Yogyakarta, yaitu Bu Astuti. Sungguh kejutan yang tak terduga mengingat kami sudah lama tidak bertemu dan kami memang ingin bertemu namun tak sampai-sampai alias belum kesampaian juga. Dapat dibayangkan yang terjadi saat itu, kan? Peluk cium, jabat tangan, senyum lebar, tawa renyah, seakan tak percaya kami dipertemukan dalam saat yang tak terduga. Senang sekali aku berjumpa dengan Bu Tuti. Ah, jadi rindu pada teman-teman di SMP 10. (Y. Niken Sasanti)


Tinggalkan komentar

Happy with My Friends

Kita sering mendengar kata-kata, “Jangan lupa bahagia”. Benar sekali kata-kata tersebut. Hidup sudah penuh dengan berbagai aktivitas, banyak pekerjaan yang harus dilakukan, dan banyak masalah yang harus dipecahkan. Maka, menyisihkan waktu untuk menikmati kebahagian adalah suatu keharusan bila kita tidak mau terjebak dalam rutinitas yang kadang membosankan. Salah satu alternatif untuk bahagia selain bersama keluarga adalah menikmati kebahagiaan itu dengan teman-teman. Bisa teman sekantor, bisa teman dalam komunitas tertentu. Banyak orang yang sulit meluangkan waktu ini. Saya sendiri pun tidak mudah meluangkan waktu untuk bisa bepergian dengan teman-teman. Namun¬†saat ada kesempatan, kumanfaatkan untuk betul-betul menikmati keluar dari rutinitas. Bagiku itu berarti menyegarkan otak sekaligus menyehatkan badan. (Y. Niken Sasanti)

 


Tinggalkan komentar

Belajar tentang SKS

Belajar sambil jalan-jalan, atau jalan-jalan sambil belajar? Sama saja, yang penting ilmu yang didapat sungguh-sungguh bisa dimanfaatkan untuk kemajuan sekolah. Meskipun sekolahku terbilang bagus di Yogyakarta, bukan berarti kami sudah sempurna. Masih banyak yang harus dibenahi, masih banyak yang harus diperbaiki. Apalagi ilmu pendidikan semakin maju, layanan pendidikan makin beragam, sehingga akan ketinggalan bila kita tidak mau belajar. Belajar bisa dari buku-buku, bisa dari narasumber ahli, bisa juga melalui praktik yang dilakukan di sekolah lain. Kali ini kami belajar dari SMP Negeri 1 Sidoarjo Jawa Timur tentang penyelenggaraan SKS dalam pembelajaran. Apa yang kami dapat kami lengkapi dengan berbagai panduan dari Kemdikbud, ditambah diskusi dengan banyak pihak, ditambah arahan dari Dinas Pendidikan, moga nanti menjadi sistem yang benar-benar mampu melayani siswa dengan kemampuan dan kecepatan belajar yang belajar. (Y. Niken Sasanti)in sidoarjo jhs 1


Tinggalkan komentar

PASTU (Paguyuban Alumni SMP 1)

SMP Negeri 1 Yogyakarta mempunyai paguyuban alumni yang bernama PASTU (Paguyuban Alumni SMP 1). Pada saat ini ketuanya adalah dokter Gun. Samawi, Direktur Kedaulatan Rakyat Yogyakarta. Pastu bekerja sama dengan sekolah dan aumni berbagai angkatan akan menggelar berbagai kegiatan untuk menyambut Lustrum ke-15 atau ultah ke-75 SMP Negeri 1 Yogyakarta. Semoga sukses.

pastu


Tinggalkan komentar

Eco Green Park

Ada sebuah tempat wisata sekaligus tempat pembelajaran menarik di Jatim, yaitu Eco Green Park. Tempat itu menyajikan berbagai benda yang dibuat dari sampah yang didaur ulang. Sungguh indah dan kreatif. Yang lebih penting lagi, di situ anak-anak diajak belajar untuk mencintai lingkungan hidupnya. Belajar untuk memperlakukan sampah dengan tepat, belajar mengelola sampah, belajar memanfaatkan sampah, dan belajar berkreasi dengan sampah. Sampah yang dibuang-buang ternyata masih bisa dimanfaatkan, untuk membuat berbagai macam benda yang berguna, untuk hiasan, atau untuk diolah lagi menjadi bahan baku lain. Tempat wisata ini menarik tidak hanya tentang sampahnya melainkan tentang keindahan penataan lingkungannya yang asri dan bersih sehat. Semoga bisa dikelola dengan baik sehingga makin hari makin ditingkatkan daya tariknya sehingga pengunjung makin tertarik untuk berkunjung ke sana. (YNS)


Tinggalkan komentar

Museum Angkut

Di museum angkut hatiku terpaut, pada berbagai kendaraan kuno yang sungguh elok menyimpan kenangan. Betapa hebat ukiran sejarah yang terpateri di kendaraan-kendaraan itu, dari masa ke masa, dari peristiwa ke peristiwa. Berbagai kendaraan itu tidak hanya menjadi saksi sejarah berbagai peristiwa yang terjadi di Indonesia, namun juga menjadi saksi peradaban dan perkembangan ilmu pengetahuan yang dihasilkan oleh kepandaian manusia. Aku benar-benar terpesona, takjub, dan ternganga. Sungguh luar biasa. Banyak benda masa lalu yang menyimpan sejarah yang juga bisa dimuseumkan di Indonesia karena Indonesia penuh dengan peristiwa sejarah yang amat panjang. Semoga saja nanti segera menyusul museum-museum baru yang lain. Museum yang tak sekadar menyimpan kenangan, namun juga bisa menjadi tempat rekreasi yang nyaman seluruh anggota keluarga. (YNS)

 

 


Tinggalkan komentar

Melepas Penat di Surabaya

Tanggal 13 dan 14 Mei 2017 aku bersama kawan-kawan berkesempatan melepaskan penat di Surabaya. Sebenarnya tujuan utama kami ingin belajar banyak tentang SKS di SMP Negeri 1 Sidoarjo, namun acara tersebut sekaligus sebagai refreshing setelah kami penat oleh banyaknya tugas-tugas dan kegiatan sekolah yang harus kami selesaikan secara maraton.

Syukur kepada Tuhan, acara utama yaitu studi banding terlaksana dengan lancar dan sukses. Kami belajar banyak dari paparan yang disampaikan oleh Kepala Sekolah dan waka-waka di SMPN 1 Sidoarjo tentang SKS. Terjadi diskusi dan tanya jawab untuk memperjelas tentang pelaksanaan SKS. Rencananya bila nanti Dinas Pendidikan menyetujui, sekolahku akan memulai SKS pada tahun ajaran baru nanti. Tentu tidak mudah mengawali sesuatu yang baru, namun kami bertekad untuk bersusah-susah dahulu pada awalnya sehingga lancar di kemudian hari. Teman-temanku juga bersemangat sehingga aku merasa didukung oleh semuanya. (YNS)


Tinggalkan komentar

Apresiasi Literasi

Takkusangka pada tanggal 6 Mei 2017 yang lalu aku mendapatkan anugerah Apresiasi Literasi pada puncak acara GIM di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Anugerah itu diberikan kepadaku sebagai kepala sekolah pegiat literasi di Kota Yogyakarta dalam rangka Gerakan Indonesia Membaca.

Sejak dulu aku memang getol menggiatkan literasi di mana pun aku berada. Dimulai dari sekolah lama sampai dengan sekolah yang sekarang. Aku selalu mengajak siswa-siswa untuk banyak membaca dan menulis. Aku juga mengajak guru-guru untuk aktif berliterasi. Selain ini, aku pun tak lupa berkarya semampuku, menulis di jurnal pendidikan, menulis di majalah Candra milik Dikpora, menulis di koran, menulis di antologi, ikut lomba menulis, menulis karya puisi dan cerpen, dan sebagainya. Puncaknya di SMP Negeri 1 Yogyakarta aku mengajak guru dan siswa menulis. Aku minta tolong guru bahasa Indonesia untuk menggerakkan anak-anak menulis sekaligus menyunting tulisan mereka. Hasilnya adalah 8 buku karya anak-anak dan 1 buku karya bersama warga sekolah. Sungguh hasil yang luar biasa.

Moga dengan penghargaan ini, aku makin termotivasi untuk menulis dan menggiatkan literasi di mana pun aku berada. Obsesiku, tiap tahun ada buku yang dihasilkan warga sekolahku. (YNS)

 


Tinggalkan komentar

Fun Walk yang Benar-benar Fun

Tanggal 20 Mei 2017 bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional, warga SMP Negeri 1 Yogyakarta bersama dengan alumni mengadakan Fun Walk mengelilingi kampus UGM. Fun Walk tersebut dimotori oleh alumni 92 yang saat itu merayakan kelulusan mereka yang ke-25 tahun dari sekolah. Fun walk diikuti oleh 1.300-an orang yang terdiri atas warga sekolah dan alumni. Usai Fun Walk dilanjutkan dengan pembagian doorprize untuk peserta dari alumni di GOR sambil dihibur oleh penampilan band siswa dan band lokal. Sementara itu di halaman sekolah, di bawah pohon beringin yang rindang, para alumni tak henti menyanyi dan berjoged. Mereka sangat senang bertemu dengan kawan lama. Semoga kegiatan yang benar-benar fun ini menjadi pembuka yang baik bagi rangkaian kegiatan Lustrum ke-15 atau ultah ke-75 sekolahku. Sebagai kepala sekolah, aku benar-benar merasa surprise dan puas dengan kegiatan ini, meskipun tentu ada kekurangannya. yang jelas, menurutku 99 persen sudah sukses. Terima kasih angkatan 92, terima kasih PASTU, terima kasih seluruh alumni, dan terima kasih semuanya.


Tinggalkan komentar

Berkunjung Ke Lumpur Lapindo

Sabtu, 13 Mei 2017 di Sidoarjo. Cuaca cukup panas dengan sinar matahari yang menyengat. Namun tak surut semangat teman-teman untuk mengunjungi bekas genangan lumpur Lapindo. Sampai di sana kami disambut oleh rombongan pengojek yang siap mengantarkan kami mengelilingi bekas genangan lumpur yang menyerupai danau kering itu. Di tengah danau, lumpur telah kering menjadi tanah yang pecah-pecah oleh sengatan matahari. Namun nun jauh di sana, masih muncul lumpur panas yang mengeluarkan asap putih di kejauhan. Beberapa teman tergoda untuk mendekat ke semburan asap putih itu lalu membonceng tukang ojek. Ada juga yang memilih meminjam motor mengendarai sendiri ke sana. Padahal siang begitu terik dan debu bertaburan. Betapa hebat semangat teman-temanku. Aku memilih duduk di kolong bus menanti mereka sambil makan ubi rebus dan minum air mineral yang kami bawa.

lapindo 1