Bilik Kata

Berbagi lewat bahasa, sastra, dan budaya


Tinggalkan komentar

Ayo Makan Sop Buntut

Suatu hari Jumat yang cukup panas, aku diundang sahabatku untuk makan sop buntut di rumah makan Sop Buntut Cokro yang terletak di Jalan Hos Cokroaminoto Yogyakarta. Hmm siang-siang yang panas, pasti cocok untuk menikmati sop buntut. Saat aku datang ke rumah makan, sahabatku sudah menanti di sana bersama tiga teman yang lain, berarti jumlah kami lima orang. Senang sekali aku berjumpa dengan mereka. Mereka bilang, suatu kejutan aku bisa hadir makan bersama mereka. Memang beberapa kali diundang aku tidak bisa bergabung.

Segera kami memesan makanan yang kami inginkan. Lima porsi sop buntut dan nasi putih, sepiring tahu tempe goreng, dan lima gelas minuman. Sambil mengobrol, kami menikmati makanan dengan asyik. Potongan-potongan buntut sapi yang berdaging dan berlemak sungguh lezat. Ditambah potongan kentang dan wortel sebagai pelengkapnya. Makin segar ketika sop itu ditambah dengan sambal dan kecap. Segera saja titik-titik keringat menghiasi wajah kami yang agak kepanasan. Kebanyakan orang Indonesia bila makan makanan berkuah dan bersambal akan berkeringat, contohnya makan soto, bakso, sop, bakmoy, tekwan, dan sebagainya.

Tak terasa makanan yang terhidang telah habis kami santap. Meski demikian, obrolan tak kunjung habis, ada saja yang kami perbincangkan. Terlebih karena kesempatan seperti ini sungguh langka. Ternyata asyik makan bersama teman-teman sambil ngobrol, sekalian keluar dari rutinitas. Kegembiraan dan tawa lepas akan menghilangkan ketegangan-ketegangan karena kesibukan kerja. Dalam hati aku berjanji akan meluangkan waktu lagi kapan-kapan bersama mereka.

Terima kasih sahabatku.


Tinggalkan komentar

Anak, buah hati Bunda

Senin malam, 29 Agustus 2016, aku bersama suami ada di dalam mobil di tepi jalan sekitar RS Sardjito, sedang menanti anak perempuan kami yang koas di rumah sakit itu. Di dalam mobil kubuka wa, ada berita duka dari salah satu grup bahwa anak temanku yang tinggal di Cangkringan meninggal dunia. Konon karena virus cmv. Terhenyak aku dalam rasa sedih sekaligus kaget karena baru beberapa hari yang lalu anak teman kuliah S2 yang tinggal di Wonogiri juga meninggal karena kelainan jantung. Dan baru beberapa bulan yang lalu, anak temanku yang tinggal di Bantul juga meninggal dunia karena demam berdarah.

Semua tahu bahwa usia dan jalan hidup itu sudah ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Kita tidak dapat menambah atau mengurangi bila Tuhan sudah berkehendak memanggil manusia untuk menghadap-Nya. Tuhan juga bisa memanggil kapan pun, saat bayi, anak-anak, remaja, dewasa, tua, bahkan renta, semuanya pantas untuk dipanggil-Nya. Aku juga tahu hal itu, namun tak urung perasaanku sedih, sedih karena membayangkan betapa hal itu menyakitkan bagi keluarganya atau bagi orang-orang yang mencintainya. Aku berbela rasa sebagai seorang ibu yang mengandung, melahirkan, merawat, ternyata harus ikut mengubur anaknya.

Paginya aku bergegas ke rumah duka di cangkringan, ternyata perjalanan cukup jauh dan aku harus bertanya beberapa kali untuk menemukan lokasi. Saat bertemu dengan sang ibu, tak dapat kutahan air mataku, kupeluk dia, dan dia pun menangis dalam pelukanku. Saat itu yang bisa kuberikan hanya dekapan dan belaian yang tulus disertai doa semoga sang ibu kuat menerima dan menanggung kesedihan ini dan kuat menghadapi hidup selanjutnya.

Dalam perjalanan pulang, aku teringat pada kedua anakku, buah hati kami berdua. Mereka hadir di dunia melalui kami. Selama ini kami sudah berusaha mencintai dan memenuhi segala kebutuhannya dengan penuh tanggung jawab, memerhatikan pendidikannya, kesehatannya. Kurasa ibu bapak yang lain pun demikian pula. Meskipun demikian, jalan hidup dan masa depan tidak ada yang mengetahui dengan pasti. Aku hanya bisa mendoakan dan selalu memohon kepada Tuhan agar kami sekeluarga diberi usia yang cukup dan mampu mengisi kebersamaan kami dengan hidup yang berkualitas dan penuh kasih. Semoga anak-anakku sehat selalu, dapat meraih cita-citanya, memeroleh hidup yang bahagia dalam rumah tangga, pekerjaan, maupun di masyarakat, dan kelak meneruskan keturunan kami.

Aku juga pernah kehilangan anakku yang masih berada di rahimku waktu itu. Aku sangat kehilangan sehingga akupun bisa merasakan betapa sedihnya ibu-ibu yang kehilangan anaknya. Aku berdoa, semoga ibu-ibu itu dikuatkan, diberi ketabahan, dan diberi pengganti yang lebih baik lagi. (Y. Niken Sasanti)

 

 

 

 

 


Tinggalkan komentar

Kunjungan Cikgu dari UTHM

Pada bulan Agustus ini sekolahku kedatangan tamu, para cikgu dari University Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) Johor Malaysia. Mereka berada di Yogyakarta selama seminggu dan menghabiskan beberapa hari untuk melihat proses pembelajaran di sekolahku. Para mahasiswa yang semuanya sudah berstatus sebagai guru tersebut berjumlah enam orang, satu orang dengan mata pelajaran IPA dan lima orang Matematika. Selama di SMP Negeri 1 Yogyakarta, mereka mengamati lingkungan sekolah, kegiatan pembelajaran di kelas, dan berbagai aktivitas guru dan siswa di sekolah. Mereka juga mempelajari kurikulum sekolah dan pengelolaan sekolah.


Tinggalkan komentar

Sate Kambing Pak Tris

Di sebelah barat Subterminal Jombor, tepatnya di Kronggahan ada sebuah warung sate yang hampir tak pernah sepi pembeli. Warung itu sudah ada sejak lama, mungkin lebih dari 20 tahun. Seingatku sejak anak-anakku masih kecil-kecil, kami sekeluarga sering ke sana. Sekarang anak-anakku sudah besar-besar, bahkan sudah sarjana, dan warung itu masih ada. Hanya saja letaknya lebih ke selatan daripada yang dulu, namun lebih luas. Pak Tris jugasudah tidak di warung itu, digantikan oleh anak-anaknya.

Sate Pak Tris cukup spesial karena potongan daging kambing tidak ditusuk lalu dibakar, melainkan digoreng. Jadi, namanya sate goreng. Bumbunya lebih lengkap daripada sate bakar, jadi lebih gurih. Selain gurih, potongan daging kambing yang sudah digoreng itu juga legit karena tambahan kecap dan gula kelapa yang cukup banyak. Selain sate, warung tersebut juga menyediakan menu lain yang terbuat dari daging kambing juga yaitu tongseng, gule, dan tengkleng. Sudah banyak warung sate yang kukunjungi, namun aku dan keluargaku selalu ingin kembali ke warung Pak Tris untuk menikmati kelezatan sate goreng. (YNS)

P_20151226_112827


Tinggalkan komentar

Membuka Lembaran Baru

Tahun ini tepatnya pada tanggal 7 Mei 2016 aku harus mengakhiri halaman ceritaku di sekolah lama dan memulai halaman baru di sekolah baru. Pada hari itu aku harus mengakhiri tugasku sebagai Kepala SMP Negeri 10 Yogyakarta dan memulai tugasku yang baru menjadi Kepala SMP Negeri 1 Yogyakarta. Pukul 13.00 Walikota Yogyakarta yang diwakili Ibu Sekda melantikku menjadi Kepala SMP negeri 1 Yogyakarta di Kantor Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Jalan Hayam Wuruk. Penggantiku di SMP Negeri 10 adalah Ibu Dra. T. Sugiyarti. Di SMP Negeri 1 Yogyakarta aku menggantikan Bapak Tyas Ismullah, S.Pd yang memasuki masa pensiun.

Kepergianku dari SMP Negeri 10 Yogyakarta sungguh mendadak dan mengagetkan semua orang terutama warga sekolah. Betapa tidak, baru tiga setengah tahun aku menjadi kepala di sekolah itu dan kami semua baru bersemangat menggapai impian bersama mengenai bangunan sekolah yang kami cita-citakan di masa depan. Usahaku untuk ke arah sana kumulai dengan memohon ke DBGAD Pemkot Yogyakarta untuk membuatkan masterplan SMP Negeri 10 Yogyakarta sekaligus untuk merehab total gedung sekolah. Permohonan tersebut dikabulkan. Masterplan selesai dikerjakan, dilanjutkan dengan pengalokasian dana untuk rehabilitasi sekolah dengan desain baru seperti yang kami dambakan. Kelak di sekolah itu bangunan akan tertata dengan rapi dan ada lahan kosong yang cukup lapang untuk tempat anak-anak beraktivitas outdoor. Saat semuanya sudah siap dan oke, aku harus berpindah ke tempat yang baru. Aku dan seluruh warga Spetenta tentu sedih tak terkira. Namun tak ada pilihan, aku harus melaksanakan tugas dan patuh terhadap perintah atasanku.

Sekolahku yang baru yaitu SMP Negeri 1 Yogyakarta, merupakan sekolah dengan lahan terluas di Yogyakarta, yaitu sekitar 18.000 meter persegi. Sekolah ini terletak di Jalan Cik Ditiro tepat di depan Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta, hanya beberapa ratus meter di sebelah selatan Universitas Gadjah Mada. Selain itu, SMP Negeri 1 juga merupakan sekolah yang cukup tua, berdiri sejak tahun 1942 atau pada zaman penjajahan Jepang. Dari segi prestasi, SMP Negeri 1 cukup bagus baik dalam prestasi akademik maupun non akademik. Karena prestasi dan lokasi yang strategis, SMP Negeri 1 sering menjadi tempat studi banding, praktik PPL mahasiswa, maupun tempat penelitian. Tidak hanya orang Indonesia yang mengunjungi SMP Negeri 1, tamu dari negara lain seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Australia, maupun negara lain juga berkunjung ke SMP negeri 1 Yogyakarta.

Dengan kondisi sekolah yang berprestasi dan sangat potensial tersebut, tugasku sebagai kepala sekolah tentulah tidak ringan. Semua pengalamanku memimpin SMP Negeri 10 harus kukembangkan dan kumanfaatkan untuk kemajuan sekolahku yang baru. Aku harus bekerja lebih baik, memimpin lebih baik, dan berusaha membawa seluruh warga sekolah untuk mencapai prestasi dan kualitas pendidikan yang lebih baik. Semoga. (Y. Niken Sasanti)

 

 


Tinggalkan komentar

Mengelilingi Waduk Sermo

Saat ada waktu luang dan ingin menikmati pemandangan cantik yang jauh dari keramaian, kita bisa mengunjungi Waduk Sermo yang terletak di Kabupaten Kulon Progo. Waduk yang sangat luas itu terletak di dataran yang dikelilingi perbukitan dengan pemandangan yang cantik. Terlebih saat musim hujan, tunas-tunas muda bersemi di pepohonan menyemburatkan warna hijau muda yang segar.

Bila ada cukup waktu, kita bisa mengelilingi waduk tersebut dengan naik sepeda, sepeda motor, atau mobil karena cukup panjang kelilingnya. Di tepi-tepinya tak jarang kita jumpai orang-orang yang memancing. Namun kita harus tetap berhati-hati terlebih bila kita ingin mendekat ke air karena kedalaman waduk itu cukup dalam sehingga sangat berbahaya terutama bagi anak-anak kecil. (YNS)


Tinggalkan komentar

Jejamuran yang Bikin Ketagihan

Dalam kesempatan-kesempatan tertentu misalnya pas week end, liburan, atau merayakan sesuatu, kami sekeluarga biasanya makan bersama. Salah satu tempat makan favorit kami adalah di Rumah Makan Jejamuran yang terletak tidak jauh dari Denggung Sleman. Mengapa kami suka dengan tempat itu? Karena, selain menunya spesial yaitu mayoritas makanannya berbahan baku aneka jamur, juga memang citarasanya enak, dan harganya terjangkau.

Kami mengenal rumah makan itu sudah bertahun-tahun yang lalu saat belum seramai sekarang. Waktu itu belum banyak yang mengenalnya, namun promosi dari mulut ke mulut dari orang-orang yang pernah bersantap di situ kelihatannya sangat efektif. terbukti saat ini rumah makan itu sangat banyak pengunjungnya, apalagi saat hari-hari libur, kadang pengunjung harus antre untuk mendapatkan tempat duduk.

Menunya pun sekarang makin beragam, baik makanan maupun minumannya. Menu favorit keluarga kami yang tak pernah terlewatkan saat kami bersantap di situ adalah jamur asam manis, dadar shitake, dan sate jamur. Makan di situ terasa lebih enak sambil mendengarkan suara musik dan alunan merdu penyanyinya. (Y. Niken Sasanti)


Tinggalkan komentar

Reuni Kecil JPBSI Sanata Dharma Angkatan 1983

Pada bulan Desember tahun 2015 yang lalu aku dan teman-teman alumni Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Sanata Dharma Angkatan 1983 mengadakan reuni kecil di rumah salah satu alumnus yaitu Dina Ari Anugerawati di Pring Wulung. Tidak banyak yang bisa hadir, maka kusebut itu reuni kecil. Senang sekali bisa berkumpul kembali dengan teman-teman lama, saling bercanda dan menceritakan masa lalu yang menjadi kenangan bagi kami. Selain itu kami juga berbagi cerita tentang pekerjaan dan keluarga kami sekarang. Beberapa teman sudah menikahkan anaknya bahkan ada yang sudah punya cucu. Alangkah bahagianya. Semoga pertemanan dan persaudaraan ini membuahkan rasa saling mendukung, saling mendoakan, dan berlangsung selama hayat masih dikandung badan. Sampai jumpa di reuni mendatang.(Y. Niken Sasanti)


Tinggalkan komentar

Singgah di Pabrik Biskuit Nissin

Dalam perjalanan dari Ungaran ke Yogya tempo hari kami sempatkan singgah di Pabrik Biskuit Nissin yang terletak di Ungaran. Di situ tidak hanya pabrik saja namun juga ada showroom produk Nissin yang dijual untuk umum. Aku jadi terkenang masa kecilku dulu. Saat itu, pada hari-hari raya, biskuit Kong Guan yang merupakan salah satu produk Nissin menjadi suguhan yang cukup spesial di rumah-rumah. Kalengnya berbentuk kotak yang didominasi warna merah dan ada gambar sebuah keluarga sedang duduk menikmati biskuit kong guan yang terhidang di piring disertai dengan cangkir-cangkir teh.

Saat ini produk Nissin sudah sangat beragam yang tidak dapat kusebutkan satu per satu. Kemasannya juga bermacam-macam tidak hanya dalam kaleng persegi maupun bulat, namun juga dalam kaleng plastik, mika,  maupun aluminium foil. (YNS)

P_20160703_101635


Tinggalkan komentar

Kepik dan Sawah

Waktu kecil dulu, aku sering bermain di persawahan. Kebetulan rumahku berada di kampung yang dikelilingi persawahan. Bersama teman-teman sebayaku, sepulang sekolah kami bermain, berlarian di sekitar sawah. Senang sekali berlarian di pematang di antara padi yang masih hijau atau sudah menguning. Dan saat padi menguning kulihat warna keemasan yang sangat indah. sambil bermain, kami sering menangkap kepik, serangga kecil yang suka hinggap di daun-daun padi. Warna kepik dan coraknya beraneka warna sungguh indah, ada yang hijau, biru, merah bertotol-totol hitam, maupun yang berwarna emas. P_20160731_101228