Bilik Kata

Berbagi lewat bahasa, sastra, dan budaya


Tinggalkan komentar

Pengumuman Kelulusan dan Penyerahan Kembali Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Yogyakarta Tahun 2020

Assalamualaikum.W.W.

Syalom,

Om Swastiastu

Namo Budaya

Bapak ibu guru, bapak ibu orang tua siswa yang saya hormati serta anak-anakku siswa kelas IX SMPN 1 Yogyakarta yang saya sayangi dan saya banggakan, baik yang di sekolah maupun di rumah. Apa kabar semuanya? Semoga semua sehat dan bahagia dimasa pandemik covid-19 ini. Syukur kepada Tuhan karena rangkaian kegiatan akhir tahun ajaran untuk anak-anak kelas 9 berupa latihan soal daring maupun tes daring sudah terlaksana. Setelah nilai yang kalian peroleh diolah bapak ibu guru digabungkan dengan rapor lima semester, nilai tugas, maupun portofolio kalian, maka semua anak mendapatkan nilai yang memenuhi syarat kelulusan. Oleh sebab itu, pada kesempatan ini, dengan bahagia dan bangga, seluruh siswa kelas 9 SMPN 1 Yogyakarta tahun ajaran 2019/2020 sebanyak 251 siswa dinyatakan lulus 100 persen. Untuk itu saya ucapkan selamat kepada anak-anak beserta orang tua. Semoga kelulusan ini menjadi berkah yang membahagiakan keluarga. Harapan kami, anak-anak semua dapat melanjutkan ke jenjang Pendidikan yang lebih tinggi dan mendapatkan sekolah-sekolah yang diinginkan.

Terima kasih kepada Bapak Ibu Guru yang sudah mendidik anak-anak dengan baik selama tiga tahun ini. Terima kasih kepada orang tua yang selalu mendukung pendidikan bagi putra-putrinya. Terima kasih kepada Dinas Pendidikan yang sudah mendampingi kami semua.

Bapak ibu serta anak-anak yang berbahagia, pengumuman kelulusan dan pelepasan siswa kali ini dilaksanakan secara online melalui live streaming di youtube maupun melalui zoom meeting dan diikuti seluruh siswa, orang tua, maupun bapak ibu guru. Yang hadir di sekolah hanya perwakilan saja dan tetap jaga jarak serta mengikuti protokol pencegahan penularan covid-19. Meskipun demikian, semua ini tidak mengurangi maknanya. Terima kasih kepada orang tua dan berbagai pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini.

Pada kesempatan ini dengan bahagia dan bangga saya mengumumkan siswa-siswa terbaik di angkatan ini:

Siswa-siswa terbaik dalam tes daring dalam masa pandemi covid-19

Sepuluh siswa terbaik dalam nilai gabungan:

Juara tiap kelas (yang mewakili dalam acara pelepasan siswa)

9A: NAZHIFA NASYWA NISRINA,                                             Rata-rata: 86,55

9B: MAHARANI ZALFAA NIRINA,                                             Rata-rata: 85,09

9C: YOHANA VIVIANDARU PURWA ANINDYA,                  Rata-rata: 87,27

9D: GRISELDA CLARA XAVERIA ANGEL NAPITUPULU,   Rata-rata: 85,18

9E: KHANSA SHAFIRA RETYAPUTRI,                                      Rata-rata: 86,27

9F: SAFINA AUDREY,                                                                    Rata-rata: 86,27

9G: NAIDA ZORANIA PRIYANTONO,                                       Rata-rata: 88,09

      NURIYATUL AINI SA’DIYAH,                                               Rata-rata: 88,09

9H: JASMINE NUGRAHENI,                                                         Rata-rata: 87,18

Bapak ibu dan anak-anak yang berbahagia. Saya mengapresiasi para guru, para orang tua, maupun para siswa yang sudah bekerja sama dengan baik melaksanakan program Belajar dari Rumah (BDR) saat pandemi covid-19 ini. Terima kasih juga kepada Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta yang sudah memberikan arahan yang jelas terkait BDR. Terima kasih semuanya. Kita memahami bahwa tujuan BDR adalah untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Semua menjadi serba terbatas. Maka kita harus menyikapinya dengan bertindak arif sesuai anjuran Pemerintah, dan sedapat mungkin tetap produktif berkarya.

Angkatan ini adalah generasi emas yang luar biasa. Anak-anak dapat melalui pembelajaran jarak jauh dan lulus semua di tengah pandemik covid-19. Angkatan ini adalah generasi yang akrab dengan teknologi, dapat belajar mandiri, tegar, dan tangguh. Salut buat anak-anak semua. Jarak dan waktu memang memisahkan kita, namun teknologi mendekatkan kita. Dan yang pasti hati kita tetap dekat satu sama lain dalam satu keluarga besar SMP Negeri 1Yogyakarta, Satria Siaga yang kita banggakan.

Selama BDR, anak-anak tidak dapat bertemu dengan teman atau bapak ibu guru. Maka bagi anak-anak dalam masa pandemik ini yang penting bukan lagi belajar apa, belajar dengan siapa, belajar di mana, dan berapa lama belajar, melainkan yang penting adalah tetap belajar. Masa-masa di SMP hanya sekilas dan sebentar lagi akan menjadi kenangan, namun belajar adalah sepanjang hayat. Raihlah mimpi, raihlah cita-cita, dan tetaplah memupuk harapan. Jangan lupa sekarang kalian tidak lagi menjadi siswa SMP Negeri 1 Yogyakarta, melainkan alumni SMP 1 dan akan menjadi bagian dari Paguyuban Alumni SMP Negeri 1 Yogyakarta (PASTU). Oleh sebab itu, jagalah nama baik almamater kalian.

Kini saatnya kami menyerahkan anak-anak kembali kepada orang tua. Tak lupa kami mohon maaf kepada orang tua dan anak-anak bila pelayanan kami selama anak-anak mengikuti pendidikan di SMP 1 ada kekurangannya. Anak-anakku, sekali lagi selamat ya. Doa dan kasih kami menyertai kalian.

Wasalamualaikum W.W.

Syalom,

Om Swastiastu

Namo Budaya

Yogyakarta, 5 Juni 2020

Kepala SMPN 1 Yogyakarta

Dra. Y. Niken Sasanti, M.Pd.


1 Komentar

Produktif di Masa Covid

Masa pandemik covid-19 yang sudah berlangsung beberapa bulan ini menyebabkan aktivitas di dunia pendidikan berubah total. Demikian juga di sekolah saya yaitu SMP Negeri 1 Yogyakarta. Sekolah kami yang semula penuh aktivitas siswa maupun karyawan dan guru sejak pagi sampai sore, kini setelah BDR nyaris sepi karena ratusan siswa kami melaksanakan belajar dari rumah. Guru-guru yang semula sibuk mengajar dan berinteraksi dengan anak-anak secara langsung, kini melakukan pembelajaran jarak jauh dengan berbagai media online. Karyawan yang semula sibuk melayani tamu-tamu yang datang ke sekolah, sekarang hanya sibuk mengerjakan administrasi tanpa tatap muka. Hanya karyawan bagian kebersihan dan keamanan yang tidak pernah surut kerjanya. Karyawan bagian kebersihan tetap membersihkan sekolah, baik ruang kelas, lantai selasar, maupun halaman sehingga sekolah tetap bersih dan sehat lingkungannya. Bahkan karena lantai dipel setiap hari dan tidak ada yang mengotori dengan bekas sepatu, maka lantai menjadi mengkilap, licin, seperti bisa untuk becermin. Bagian keamanan juga selalu mengamankan sekolah baik siang maupun malam.

Tentu kegiatan BDR tidak sama dengan pembelajaran tatap muka langsung di sekolah. Ada banyak keterbatasannya, mulai dari kesiapan siswa dan orang tuanya, sarananya, medianya, bahkan kemampuan gurunya. Karena berbagai keterbatasan itu, maka pembelajaran jarak jauh yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Yogyakarta dikelola secara khusus, di antaranya pembuatan jadwal yang khusus untuk BDR, materi dan tugas BDR dibuat sederhana sehingga tidak memberatkan siswa, ada jurnal yang dibuat tiap guru, ada pemantauan yang dilakukan Kepala Sekolah, dan tentu ada kerja sama dengan orang tua maupun Dinas Pendidikan.

Teknis bekerja para guru dan karyawan selama pandemik covid-19 juga berbeda dari hari-hari biasanya. Baik guru maupun karyawan tidak masuk setiap hari melainkan masuk secara bergantian dengan sistem piket. Kadang WFO (Work from Office) kadang WFH (Work from Home). Hanya Kepala Sekolah saja yang harus hadir setiap hari di sekolah. Dengan sistem kerja tersebut sekilas tampak banyak waktu luang, padahal kalau kita sungguh-sungguh mau memanfaatkan waktu dengan baik, kita justru akan lebih produktif.

Dari pantauan kerja guru di SMP Negeri 1 Yogyakarta, dapat dilihat bahwa warga SMP Negeri 1 Yogyakarta tetap produktif selama pandemik covid-19. Produktivitas itu tampak pada hal-hal berikut:

  1. aktif melaksanakan pembelajaran jarak jauh dengan berbagai media
  2. aktif memberikan feed back dan mengoreksi jawaban atau tugas-tugas yang dikirimkan siswa
  3. guru aktif belajar menggunakan berbagai media pembelajaran online
  4. membuat media pembelajaran sendiri yang diunggah di youtube
  5. menulis best practice selama covid dan mengikutsertakan dalam lomba
  6. membuat video-video untuk menyapa siswa
  7. mengikuti berbagai webinar atau pelatihan online

Beberapa karya video pembelajaran SMP Negeri 1 Yogyakarta dapat dilihat pada link berikut:

  1. https://www.youtube.com/watch?v=uOj42syZS6A (IPA)
  2. https://www.youtube.com/watch?v=N8zNqmmDzio&t=85s (IPA)
  3. https://www.youtube.com/watch?v=8FVfvV5-T5g&t=84s (IPA)
  4. https://www.youtube.com/watch?v=H0rEfCdUqqE&t=4s (IPA)
  5. https://www.youtube.com/watch?v=TYrU3pD8WoY&t=2s (Matematika)
  6. https://www.youtube.com/watch?v=BAj4aVnX0Uo&t=27s (Matematika)
  7. https://www.youtube.com/watch?v=2cU_GnBSl3U (Matematika)
  8. https://www.youtube.com/watch?v=nV7RJ3Yahng&t=35s (Matematika)
  9. https://www.youtube.com/watch?v=fSf98Ipiowk&t=16s (Matematika)
  10. https://www.youtube.com/watch?v=uembSGsAda8 (Matematika)
  11. https://www.youtube.com/watch?v=LB__I4cUFio (Matematika)
  12. https://youtu.be/VoYzVuJ1e78 (TIK)
  13. https://youtu.be/DmeadyQJKo8 (TIK)
  14. https://drive.google.com/drive/folders/1H_-AwnN9XfBjguBDoy6VXEmbqLD2mdHz?usp=sharing (Bahasa Indonesia)
  15. https://youtu.be/NMstrxiwOfs (Bahasa Inggris)
  16. https://youtu.be/YI-t_2f8SRg (IPA)
  17. https://youtu.be/DauKbNhhOpA (IPA)

Selain video pembelajaran juga ada video-video lain karya warga SMP Negeri 1 Yogyakarta dengan link berikut:

  1. https://www.youtube.com/watch?v=VxSZ_gxO7K0&t=7s (Kepala Sekolah menyapa)
  2. https://www.youtube.com/watch?v=5GUjtblIVns&t=10s (info PPDB)
  3. https://www.youtube.com/watch?v=vhQvYpo4qpc&t=56s (info PPDB)
  4. https://www.youtube.com/watch?v=VY3D_4Qd0zI&t=709s (info PPDB)
  5. https://www.youtube.com/watch?v=FsPnPi03sFg (Ucapan Selamat Idul Fitri)
  6. https://www.youtube.com/watch?v=aeTWnCZv1wU (Selamat Hari Pendidikan Nasional)
  7. https://www.youtube.com/watch?v=TDrFfPxH3hI (video siswa menyanyi)
  8. https://www.youtube.com/watch?v=lklSNVaAwYc (edukasi covid)
  9. https://www.youtube.com/watch?v=He5N6d2ZtNQ&t=112s (edukasi covid)
  10. https://www.youtube.com/watch?v=mf9llznqt1U (edukasi covid)

Selain karya-karya di atas, tentunya masih banyak karya yang lain. Para siswa juga tak kalah produktifnya selama covid ini. Mereka belajar, menjawab soal, mengerjakan tugas dengan bimbingan bapak dan ibu guru. Produktivitas warga SMP Negeri 1 Yogyakarta ini bisa terjadi dalam suasana yang menyenangkan, saling mendukung dan menyemangati, dan tentunya dengan kolaborasi yang baik antara kepala sekolah, guru, karyawan, siswa, orang tua, dengan dukungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta.

Bukan saatnya kita hanya menyesali covid-19 yang tak kunjung reda, bukan saatnya kita mengeluh dan menyalahkan situasi. Saatnya kita gunakan waktu yang masih kita miliki untuk berkarya demi kemajuan pendidikan di kota kita, di provinsi kita, di tanah air kita. Mari berkarya! (Y. Niken Sasanti, Kepala SMPN 1 Yogyakarta)


Tinggalkan komentar

Konsekuen dan Konsisten

Selama pandemi covid-19 banyak kegiatan yang kulakukan di rumah. Di antaranya adalah mengisi Teka Teki Silang. Konon TTS bisa menghambat kepikunan dan juga untuk rekreasi otak karena dengan berpikir, otak kita seperti berolah raga sehingga menjadi segar dan sehat. Di dua lembar TTS yang kuisi tadi aku menemukan dua pertanyaan. Berwatak teguh sembilan huruf, jawabannya adalah konsekuen. Taat azas sembilan huruf, jawabannya konsisten. Aku hampir saja salah mengisinya karena dua kata itu mirip, diawali empat huruf yang sama yaitu huruf k,o,n,dan s. Setelah dua kata yang berbeda itu kusandingkan, aku jadi tertarik dengan dua-duanya. Dua-duanya mengarah ke suatu sikap yang menunjukkan tanggung jawab. Tanggung jawab seseorang sebagai pribadi, sebagai anggota komunitas, maupun sebagai pemimpin. Seseorang harus konsekuen, artinya berani bertanggung jawab terhadap segala sikap, keputusan, dan tindakannya. Demikian pula, seseorang harus konsisten dengan apa yang dilakukannya atau yang diperjuangkannya agar berhasil. Konsisten berarti teguh, tekun, setia, berani menolak kebosanan untuk terus-menerus melakukan hal yang sama. Dua sikap itu, yaitu konsekuen dan konsisten perlu dimiliki agar seseorang sukses dalam hidupnya. (Y. Niken Sasanti)


Tinggalkan komentar

Menolak Sedih dan Kecewa di Masa Pandemik Covid-19

Covid-19 banyak memakan korban. Jelas semua orang tahu tentang hal itu. Korban jiwa jelas banyak. Belum lagi korban materi. Banyak bisnis dirugikan, banyak kegiatan tidak terlaksana, anak sekolah harus BDR, banyak perhelatan harus ditunda, bahkan ibadah di rumah-rumah ibadah pun tidak bisa dilaksanakan. Betapa besar kerugian di seluruh dunia akibat covid-19. Semua itu menimbulkan kesedihan, kekecewaan, kejengkelan, kemarahan, dan juga kebingungan. Namun pandemik covid-19 tak jua kunjung usai. Aku pun secara tidak langsung ikut terdampak covid-19 ini. Ada beberapa acara kantor dan acara keluarga yang tidak bisa dilaksanakan atau harus ditunda pelaksanaannya. Bila menuruti kata hati, jelas aku sedih dan kecewa, namun sejak awal aku berusaha menolak rasa sedih dan kecewa itu. Caranya adalah dengan menyibukkan diri melakukan hal-hal yang positif. Hal-hal positif itu antara lain 1) menulis, 2) membaca, 3) memasak, 4) membuat kudapan, 5) menyanyi, 6) koor virtual bersama teman-teman, 7) membuat video kedinasan, 8) menonton film, 9) membaca kitab suci, dan 10) mengisi TTS. Selain hal-hal tersebut, ada hal lain yang terus-menerus kulakukan, yaitu mengedukasi diri sendiri dan orang lain terkait covid-19. Sebagai seorang pimpinan di sebuah lembaga pendidikan, aku memastikan bahwa tempatku bekerja aman, guru karyawan siswa maupun ortunya sehat semua, protokoler covid-19 tetap dipatuhi, dan suasana tetap kondusif. Hanya kabar-kabar baik yang dibicarakan dan hal-hal baik yang disebarkan. Semua itu ternyata bisa menolak sedih dan kecewa. (Y. Niken Sasanti)


Tinggalkan komentar

Aku Bangga Sekolah di Sini

Aku berjalan menyusuri selasar SMP Negeri 1 Yogyakarta yang sepi. Gelak canda tawa, jeritan, dan teriakan yang biasanya mengisi hari-hari di sekolah kini terbang bersama murid-muridku. Kubayangkan saat pandemik covid-19 ini sehari-harinya mereka bercanda dan tertawa bahagia di rumah bersama ayah ibu dan saudara-saudaranya. Semoga saja itu terjadi dan semua bahagia.

Langkahku terhenti di selasar kelas VII. Di luar salah satu kelas tepatnya di pagar tembok, adatulisan “Aku Bangga Sekolah di Sini”. Rata-rata anak-anak memang bangga dengan sekolahnya, namun jarang yang menunjukkan kebanggaannya itu dengan cara menuliskan di pagar tembok
dengan tulisan yang besar. Aku ingat Kembali bahwa pada tahun ajaran baru yang lalu, mereka kuberi kebebasan untuk mengekspresikan diri di pagar tembok depan kelasnya masing-masing dengan bimbingan wali kelas dan orang tua anak-anak. Entah ide tulisan itu dari siapa, anak-anak sendiri, orangtuanya, atau wali kelasnya, yang jelas tulisan itu sudah tertera di situ dengan huruf yang cukup besar dan jelas.

Selama ini sepengetahuanku, anak-anak SMP Negeri 1 Yogyakarta senang berada di sekolah. Areal sekolahnya cukup luas dan sekolahku termasuk salah satu SMP terluas di Yogyakarta. Sarana dan prasarana cukup lengkap termasuk ada Gedung Olah Raga, lapangan bola, halaman yang cukup luas, lima laboratorium komputer, perpustakaan, bangsal, ruang ava, lab Bahasa, lab Fisika dan Biologi, dan masjid yang bisa menampung seluruh siswa. Ada belasan kegiatan ekstrakurikuler, termasuk olahraga, seni, jurnalistik, OSN, maupun Pramuka yang sudah banyak prestasinya. Kegiatan pembelajaran di SMPN 1 berprinsip belajar yang menyenangkan. Setiap harinya, para gurubersama siswa menjelajah dunia ilmu pengetahuan dari berbagai sumber. Interaksi sesama guru, guru dengan siswa, maupun siswa dengan siswa bagus. Interaksi siswa dengan para karyawan tata usaha, karyawan kebersihan, maupun bagian keamanan sekolah juga bagus. Semua itu mungkin saja menjadi alasan mengapa anak-anak senang berada di sekolah, bahkan bangga bersekolah di SMPN 1 Yogyakarta.

Saat pandemik covid-19 terjadi dan Pemerintah memutuskan para siswa belajar dari rumah (BDR) tentu menjadi hal yang tidak gampang karena harus mengubah berbagai kebiasaan yang sudah dijalankan sekian lama.
Aku masih ingat pada awal belajar dari rumah (BDR) banyak kendala yang muncul. Ada yang berkeluh kesah karena tidak punya hp, internet lemot, pulsa cepat habis, penjelasan materi dalam BDR sulit dipahami, tugas terlampau banyak, sampai keluhan tentang orang tua yang kewalahan mengajarianaknya saat BDR. Kendala dari pihak guru pun ada, yaitu kendala teknis layanan BDR karena ada beberapa guru yang belum terbiasa melakukan pembelajaran daring. Puji Tuhan semuakendala itu pelan-pelan dapat teratasi dan ada solusinya. Yang menggembirakan, kreativitas guru dan siswa meningkat. Beberapa guru sangat produktif membuat video pembelajaran dan ini menurutku luar biasa. Guru-guru yang semula malu-malu mulai berani akting di layar video. Para murid juga kreatif dalam mengerjakan tugas. Salut buat para guru dan muridku.

Jelas pelajaran online tidak dapat menggantikan sepenuhnya pelajaran di sekolah. Dalam pembelajaran online interaksi guru-murid sangat terbatas, untuk berdiskusi terbatas, penguatannpendidikan karakter serta sentuhan-sentuhan kasih sayang juga terbatas. Belakangan ini beberapa murid mulai bosan di rumah dan berkali-kali bertanya kepada orang, tuanya kapan bisa kembali ke sekolah. Mereka rindu berada di kelas, mereka rindu pada kursi
dan mejanya, mereka rindu pada teman-temannya, mereka rindu pada bapak ibu guru, bisa jadi mereka pun rindu pada Pak Satpam atau petugas kebersihan yang setiap hari menyambut mereka dengan senyum ramah.
Saat seperti ini semua baru terasa. Murid-murid butuh kehadiran guru yang bisa disapa, yang bisa ditanyai, yang bisa diajak diskusi. Guru pun butuh murid yang bisa diajak menjelajah ilmu, yang bisa disentuh dengan kasih sayang. Hari-hari covid menjadi hari-hari yang menyimpan
rindu. Pada hari-hari itulah kita semua menyemaikan banyak sekali harapan: covid segera berlalu, kita segera bertemu, relasi antarmanusia menjadi lebih baik, dan kehidupan lebih tertata.

Para guru sudah berusaha maksimal dalam melayani anak-anak BDR. Anak-anak juga sudah berusaha mengikuti BDR dengan baik di bawah bimbingan dan pendampingan orang tuanya. Meskipun tak bertatap muka dengan para guru, tak bisa belajar di kelas, tak menyentuh bangku, dan bercanda dengan teman, semoga anak-anak tetap bahagia dan bangga bersekolah di SMP Negeri 1 Yogyakarta. (Y. Niken Sasanti)

#satriasiaga #smp1jaya #banggasekolah


Tinggalkan komentar

Evaluasi dan Catatan Pelaksanaan BDR di SMPN 1 Yogyakarta

BDR di SMPN 1 Yogyakarta dilaksanakan mulai tanggal 23 Maret 2020. Sampai dengan tanggal 22 Mei 2020 pelaksanaan BDR cukup lancar meskipun tidak dapat dimungkiri bahwa ada juga kendalanya. Sebagian besar kendala dapat diatasi dengan baik. Berikut ini beberapa catatan sekaligus evaluasinya.

  1. Guru-guru pada umumnya melaksanakan BDR dengan baik. Mereka memberikan tugas yang bervariasi, ada feedback, ada penilaian, medianya bervariasi
  2. Masih ada guru yang hanya memberikan tugas tanpa penjelasan sehingga anak-anak bingung, ortu juga bingung. Solusinya guru tersebut diminta memberikan materi disertai penjelasan yang cukup
  3. Masih ada guru yang monoton dalam PJJ sehingga anak-anak bosan, diharapkan guru tersebut menggunakan media belajar yang bervariasi (harus banyak akal)
  4. Hambatan yang sulit dihindari adalah kebosanan siswa, oleh sebab itu guru harus pandai-pandai menggunakan berbagai metode, bentuk soal atau tugas, dan memberikan selingan yang menarik bagi siswa. Selingan misalnya: humor, cerita lucu, cerita seru, video lucu, foto pemandangan alam yang bagus, dsb.
  5. Guru mulai produktif membuat materi ajar lewat youtube (ada kegigihan, semangat untuk memberikan layanan kepada siswa)
  6. Keberhasilan BDR bertumpu pada sinergi antara dinas Pendidikan, sekolah, dan orang tua siswa, saling dukung dan memberi solusi bila ada hambatan
  7. Wali kelas berperan membantu guru “ngopyak-opyak” siswa mengerjakan dan mengumpulkan tugas
  8. Presensi harus selalu dilakukan saat bapak ibu guru mengajar online untuk mengetahui partisipasi siswa dalam KBM
  9. Penilaian dalam BDR tidak boleh kaku, hargai apa pun yang dikumpulkan siswa, semua siswa harus tuntas
  10. Daya dukung sarpra siswa juga berbeda maka guru harus bisa menggunakan berbagai media
  11. Kemampuan literasi atau daya tangkap siswa tidak sama, maka guru harus bisa melayani semua dengan cara memilih materi yang bisa ditangkap oleh semua siswa
  12. Pada umumnya guru menganggap bahwa anak-anak yang tidak bisa gabung online atau tidak
    mengumpulkan tugas adalah kendala, padahal ini adalah hal biasa yang menjadi pekerjaan
    bapak ibu guru untuk mengatasinya
  13. Kemampuan guru dalam melaksanakan BDR perlu ditingkatkan, jangan menunggu fasilitas dari
    sekolah namun harus proaktif belajar sendiri atau belajar kepada yang lebih mahir dengan cara tutor sebaya
  14. Tidak semua orang tua siap dengan BDR, tidak semua rumah siap untuk BDR dengan segala sarpra yang diperlukan. Oleh sebab itu, guru haruslah bijak dalam memilih media BDR sehingga semua siswa bisa mengikuti BDR dengan baik
  15. Banyak siswa yang justru lebih sering nge-game daripada mengerjakan tugas (keluhan orang tua). Maka, banyak orang tua yang mengeluh kuota internet cepat habis, bukan karena untuk mengirimkan tugas kepada guru melainkan untuk nge-game. Harusnya ini bisa diatasi oleh orang tua.
  16. Sebagian guru belum menyiapkan administrasi pembelajaran BDR. Administrasi yang harus disiapkan minimal, RPP, jurnal harian, data presensi siswa, daftar nilai.
  17. KTSP tahun ajaran baru, Kurikulum BDR new normal harus segera disiapkan mengikuti petunjuk dari Kementerian dan Dinas Pendidikan. (Dirangkum oleh Y. Niken Sasanti berdasarkan berbagai masukan)


Tinggalkan komentar

Usir Stres dengan TTS

Salah satu kegiatanku dan anak wedok saat pandemi covid-19 ini adalah mengisi TTS. Kami memilih mengisi TTS yang ada di buku kumpulan TTS yang diterbitkan salah satu harian terkenal. Lebih menantang karena pertanyaan-pertanyaannya cukup sulit sekaligus membuka wawasan kami.

Aku jadi teringat bahwa pada masaku SMP, SMA, maupun masa masa kuliah, TTS ini menjadi sesuatu yang sangat teramat digemari. Tak hanya TTS yang di koran atau majalah, namun juga TTS yang berupa buku kumpulan TTS sangat disukai. Di tempat-tempat umum, saat menunggu bus di terminal, saat menunggu antrean dokter, kita biasa melihat orang mengisi TTS. Maklum, pada masa itu belum ada hp yang menyediakan game seperti sekarang.

Teman-teman yang masih punya waktu luang dan tidak menemukan kegiatan lain yang mengasyikkan, silakan mengisi TTS. Selain menambah wawasan, TTS juga bisa mencegah kepikunan bagi orang tua, merangsang berpikir, memperkuat daya juang, dan tentu saja membuat bahagia saat kita berhasil menyelesaikannya. TTS juga bisa menghilangkan atau setidaknya mengurangi stres karena kita bisa menyalurkan energi dan pikiran untuk mencari jawaban pertanyaan-pertanyaannya. Bagi yang muda, nge-game boleh saja, namun TTS bisa menjadi selingan lho, agar mata kita tidak terpancang terus di layar komputer atau hp. (Y. Niken Sasanti)